Padang – Pemerintah Kota Padang mempercepat penyusunan master plan drainase sebagai langkah memperkuat penanganan banjir dan genangan di wilayah kota. Pembahasan dokumen itu digelar di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota, Rabu (29/4/2026), dan dipimpin langsung Wali Kota Padang Fadly Amran.
Rapat tersebut melibatkan konsultan perencana serta tim teknis terkait. Fokus pembahasan diarahkan pada penyusunan rencana induk sistem drainase secara menyeluruh agar menjadi acuan utama dalam menangani persoalan genangan di lapangan.
Dalam pemetaan awal, wilayah rawan genangan dibagi ke dalam 50 zona. Dokumen itu juga memuat 224 saluran primer dan sekunder yang menjadi bagian dari sistem daerah aliran drainase.
Fadly mengatakan penyusunan master plan drainase merupakan bagian dari program unggulan pemerintah kota dalam pengendalian banjir terpadu. Ia menyebut Kota Padang mendapat dukungan dana rehabilitasi dan rekonstruksi untuk mempercepat penanganan di hulu.
“Kita bersyukur mendapat dukungan dana rehabilitasi dan rekonstruksi. Penanganan di hulu penyebab banjir diharapkan tuntas dalam dua tahun,” kata Fadly.
Ia menegaskan master plan tersebut harus menjadi rujukan utama penanganan banjir untuk empat tahun ke depan. Menurut dia, seluruh aspek teknis perlu tergambar secara jelas agar tidak ada data yang terlewat.
“Mulai kolam retensi, peta wilayah, hingga integrasi penanganan bencana harus tergambar jelas. Tidak ada kelalaian data,” ujarnya.
Fadly juga berharap dokumen yang disusun secara matang dapat menghasilkan penanganan banjir yang lebih terarah dan berkelanjutan. Ia mengapresiasi kontribusi konsultan dan tim teknis dalam merumuskan rencana tersebut.
“Terima kasih kepada konsultan dan tim teknis. Kolaborasi ini diharapkan berlanjut hingga tahap implementasi,” katanya.






