“Agak bersemberangan dengan apa yang tersebut bapak katakan beberapa bulan atau tahun sebelumnya. Tapi okelah, bapak berpendapat mengungkapkan bahwa secara terang hukum boleh, selama musti cuti serta bukan pakai prasarana negara,” ucap Pandji seperti dikutip, Kamis (25/1).
“Bapak mengungkapkan itu sambil senyum, dengan sangat yakin, dengan salah satu paslon angguk-angguk membenarkan pernyataan bapak. Nah, ini letak keresahan saya,” tambah Pandji.
Pandji menjelaskan bahwa keresehan itu dikarenakan sejumlah faktor, walau Jokowi cukup yakin apa yang disampaikannya itu bukan melanggar aturan hukum.
Pandji kemudian menunjukkan sejarah kebijakan pemerintah di area Amerika Serikat ketika Presiden Richard Nixon yang turun pada 8 Agustus 1974 sebab skandal Watergate.
Pandji di video mengutip pernyataan Nixon yang digunakan merasa bahwa apa yang dilakukannya pada skandal Watargate itu tiada menyalahi aturan hukum. Nixon sempat mengucapkan kalimat kontroversial yang digunakan berbunyi, ‘When the President does it, that means it’s not illegal’
“Itulah mengapa akhirnya Richard Nixon diturunkan,” ucap Pandji.
Pandji menambahkan bahwa ia cukup yakin bahwa Presiden Jokowi tidak ada kemungkinan besar akan melanggar hukum atau melanggar aturan. Namun Pandji kemudian sindir bahwa yang dimaksud dilaksanakan ialah aturannya diganti dulu.
“Daripada melanggar itu aturan, aturannya diganti dulu. Seperti yang terjadi dengan aturan batas usia untuk seseorang menjadi duta presiden,” kata Pandji.
Lebih lanjut pada video tersebut, Pandji secara pribadi sangat meyakini bahwa Presiden Jokowi menggalang paslon nomor 2, Prabowo Subianto kemudian Gibran Rakambuming Raka.
“Karena menurut keyakinan saya pak Jokowi yang dimaksud terhormat, menurut keyakinan saya, bapak memperkuat pak Prabowo. Bilang aja pak, bilang aja secara terbuka kalau bapak membantu pak Prabowo sebab dengan itu kami tahu dan juga kami bisa jadi meminta-minta bapak Jokowi cuti,” jelas Pandji.
“Tapi prediksi saya bapak gak mau cuti yah pak. Makanya bapak gak mau ngomong secara terbuka bahwa bapak mendukug pak Prabowo,” tambahnya.
Video Pandji ini pun jadi tersebar luas di dalam sosial media. Baru di-upload 4 jam lalu, terpantau video yang dimaksud sudah ada dilihat 155.393 view dan juga berbagai mendapat komentar pro kontra publik.






