Ranah

Payakumbuh Latih Warga, Bekali BHD Selamatkan Jiwa

124
×

Payakumbuh Latih Warga, Bekali BHD Selamatkan Jiwa

Share this article
pemko-payakumbuh-dorong-masyarakat-kuasai-bhd,-selamatkan-nyawa-sejak-detik-pertama
Pemko Payakumbuh Dorong Masyarakat Kuasai BHD, Selamatkan Nyawa Sejak Detik Pertama

Payakumbuh – Pemerintah Kota Payakumbuh (Pemkot) terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat. Salah satu langkahnya adalah dengan menggelar pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD).

Pelatihan ini bertujuan membekali masyarakat dengan kemampuan memberikan pertolongan pertama secara cepat dan tepat. Diharapkan, tindakan ini dapat menyelamatkan nyawa korban di saat-saat kritis.

Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, menegaskan pentingnya penguasaan BHD bagi seluruh warga. Ia menyebut, sekitar 60 persen kasus dapat tertolong jika penanganan dilakukan dengan sigap dan benar.

“BHD sudah seharusnya dikuasai oleh seluruh masyarakat,” ujar Elzadaswarman saat membuka pelatihan di Aula Ngalau Indah, Balai Kota Payakumbuh, Jumat (31/10/2025).

Pelatihan ini diselenggarakan bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 yang mengusung tema “Wujudkan Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”.

Selain pelatihan BHD, kegiatan ini juga diisi dengan aksi donor darah yang melibatkan ASN, tenaga kesehatan, dan masyarakat umum.

Elzadaswarman menilai donor darah sebagai bentuk gotong royong dan kepedulian terhadap sesama. Selain membantu mereka yang membutuhkan, donor darah juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonor.

Dokter spesialis jantung, dr. Benny Antama Syant, SpJP, FIHA, yang menjadi narasumber pelatihan, menekankan pentingnya respons cepat dalam menghadapi henti jantung. Tanpa pertolongan segera, kerusakan otak dapat terjadi hanya dalam empat menit.

Ia juga menjelaskan langkah dasar C-A-B (Compression, Airway, Breathing) dalam resusitasi jantung (CPR). CPR yang dilakukan dengan benar dapat meningkatkan peluang hidup korban hingga lebih dari 60 persen.

“Langkah dasar C-A-B, yakni melakukan 30 kali kompresi dada dengan kedalaman 5-6 sentimeter dan kecepatan 100-120 kali per menit, serta membuka jalan napas dengan teknik Head Tilt-Chin Lift,” jelasnya.

Konsep rantai keselamatan hidup juga diperkenalkan, meliputi pengenalan kondisi darurat, CPR berkualitas, penanganan lanjutan, hingga pemulihan optimal.