Jakarta – Sebanyak hampir 30 persen pelamar seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026 dinyatakan tidak lolos pada tahap seleksi administrasi. Mayoritas kegagalan tersebut dipicu oleh kendala teknis dalam pemenuhan dokumen persyaratan.
Kesalahan teknis yang kerap ditemukan meliputi ketidaksesuaian format dokumen, penggunaan file yang tidak kompatibel, hingga prosedur pembubuhan e-Meterai yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kondisi ini menegaskan bahwa kendala administratif menjadi hambatan utama bagi para calon peserta dalam mengikuti seleksi CPNS 2026 yang sangat dinantikan oleh jutaan pencari kerja di Indonesia.
Untuk meminimalisir risiko kegagalan, pelamar diimbau agar lebih teliti dalam memahami tata cara pembubuhan e-Meterai. Langkah krusial yang harus diperhatikan adalah memastikan pembelian e-Meterai dilakukan melalui distributor resmi yang telah bekerja sama dengan Peruri.
Penggunaan distributor resmi sangat penting untuk menjamin keaslian dan validitas kode meterai. Salah satu mitra resmi yang menyediakan layanan tersebut adalah Privy, yang menawarkan e-Meterai dengan harga Rp1.






