Jakarta – Anies Baswedan masih memiliki peluang dalam karier politik meskipun gagal maju dalam Pilkada. Demikian pendapat pengamat politik Universitas Padjadjaran, Caroline Paskarina.
“Karier politik tidak harus menjabat posisi di pemerintahan. Justru berperan sebagai kekuatan kritis dapat memelihara posisi politik Anies,” ujar Caroline dilansir Tempo.
Anies sebelumnya telah mengisyaratkan akan mendirikan organisasi masyarakat (ormas) atau partai politik.
Menurut Caroline, membentuk parpol akan lebih efektif jika tujuannya untuk mempersiapkan pencalonan politik pada masa mendatang.
“Dengan mempersiapkan basis pendukung loyal, modal finansial yang memadai, dan memperluas jejaring ke daerah-daerah,” jelasnya.
Namun, Caroline juga mengingatkan pentingnya mempertimbangkan perilaku pemilih Indonesia yang cenderung moderat dan pragmatis dalam memilih partai atau kandidat.
Sementara itu, Anies disebut juga cocok menjadi konsultan politik atau mendirikan lembaga riset kebijakan publik. Dengan begitu, ia dapat terus menyampaikan aspirasi kritis dan menjaga relasi dengan parpol, birokrasi, dan masyarakat sipil.
“Pada dasarnya, Anies paham pilihan terbaik untuk karier politiknya. Namun, pilihannya tidak dapat dilakukan dalam waktu dekat karena situasi yang masih dinamis,” tutur Caroline.
Ia menambahkan, pengalaman Anies dapat menjadi titik balik dalam memahami politik praktis, terutama perlunya perubahan mendasar dalam pengambilan keputusan dan tata kelola pemerintahan yang lebih partisipatif.






