Painan – Pembangunan tahap pertama Pelabuhan Panasahan Painan di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) ditargetkan rampung pada November 2024 mendatang.
Bupati Pessel Rusma Yul Anwar meninjau langsung progres pembangunan untuk memastikan kesesuaian jadwal dan target fisik.
“Harapan saya, pembangunan ini terealisasi sesuai target waktu,” ujar Rusma saat meninjau proyek tersebut, Kamis (4/7/2024).
Menurut Rusma, pembangunan pelabuhan diharapkan dapat menggerakkan perekonomian daerah.
“Pelabuhan ini akan mengangkut CPO (Crude Palm Oil), karena Pessel memiliki perkebunan kelapa sawit yang luas,” jelasnya.
Saat ini, produk turunan kelapa sawit dari Pessel masih diangkut melalui Pelabuhan Teluk Bayur. Namun, dengan selesainya Pelabuhan Panasahan, biaya angkut diproyeksikan akan berkurang.
“Ini akan meminimalisir biaya dan kerusakan jalan negara,” imbuh Rusma.
Sementara itu, Pelaksana Lapangan Pengembangan Pembangunan Pelabuhan Panasahan Painan, Abner Suyanto, optimistis proyek dapat selesai sesuai target. Saat ini, progres pekerjaan telah mencapai 66,704 persen.
“Kami optimistis pembangunan ini selesai akhir tahun ini. Kita upayakan dengan overtime dan penambahan tenaga kerja,” kata Abner.
Pengembangan Pelabuhan Panasahan Painan dilaksanakan dalam sistem multiyears 2024-2025. Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Teluk Bayur, Padang Jondra Juis, mengungkapkan bahwa proyek tersebut dibiayai APBN sebesar Rp157 miliar.
“Dermaga 1 Pelabuhan Panasahan yang lama kita ganti karena strukturnya sudah tidak baik lagi,” jelas Jondra.






