Jakarta – Pemerintah Indonesia menetapkan sektor sport tourism sebagai lokomotif baru untuk mengakselerasi investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, meyakini penyelenggaraan ajang olahraga internasional mampu memperluas lapangan kerja sekaligus memperkuat posisi tawar Indonesia di kancah global.
Optimisme ini berpijak pada keberhasilan MotoGP Mandalika yang sukses menyumbang dampak ekonomi nasional sebesar Rp4,9 triliun.
Dony menegaskan bahwa perhelatan olahraga internasional memiliki efek pengganda yang signifikan bagi perekonomian serta mampu menggerakkan geliat sektor UMKM.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi bersama Menteri Investasi Rosan Roeslani dan Menpora Erick Thohir pada Senin (13/7/2026).
Rekam jejak MotoGP Mandalika mencatatkan kehadiran 140.324 penonton dengan melibatkan lebih dari 600 pelaku usaha lokal.
Ajang bergengsi tersebut juga berhasil menyerap 3.000 tenaga kerja, memaksimalkan okupansi hotel hingga 100 persen, serta mendorong penambahan 44 jadwal penerbangan.
Pemerintah kini mulai mengoordinasikan kolaborasi lintas sektoral antara kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan BUMN untuk membangun ekosistem sport tourism yang berkelanjutan.
Langkah konkret yang sedang diformulasikan meliputi penyederhanaan regulasi perizinan serta penyusunan kalender ajang olahraga internasional yang terpadu.
Strategi ini dirancang untuk menarik minat investor dan wisatawan mancanegara guna menjadikan Indonesia sebagai pusat destinasi olahraga dunia di Asia.
Danantara bersama BP BUMN berkomitmen penuh mendukung percepatan ekosistem ini agar mampu memberikan dampak ekonomi yang luas bagi seluruh lapisan masyarakat.






