EkonomiRanah

Pemerintah Uji B50, Evaluasi Dampak Dua Bulan Lagi

188
×

Pemerintah Uji B50, Evaluasi Dampak Dua Bulan Lagi

Sebarkan artikel ini
uji-coba-biodiesel-b50-masih-di-kendaraan-alat-berat
Uji Coba Biodiesel B50 Masih di Kendaraan Alat Berat

Jakarta – Pemerintah terus mematangkan rencana implementasi biodiesel 50 persen (B50) melalui serangkaian uji coba komprehensif. Uji coba yang sudah berjalan dua pekan ini ditargetkan rampung dalam enam hingga tujuh bulan ke depan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, evaluasi hasil uji coba akan dilakukan dalam dua hingga tiga bulan mendatang.

“Sekarang masih berlanjut, kami tes di alat-alat berat, kereta, kapal, alat pertanian. Semua kami harus tes secara paralel,” kata Bahlil dalam konferensi pers di kantornya, Jumat (19/12/2025).

Pengujian dilakukan pada berbagai jenis mesin untuk mengamati respons terhadap kandungan nabati pada B50.

Implementasi B50 diperkirakan dapat dilakukan paling cepat pada semester kedua tahun depan, jika uji coba berjalan lancar.

Bahan baku nabati untuk B50 berasal dari minyak kelapa sawit.

Bahlil sebelumnya telah meminta produsen minyak kelapa sawit untuk memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dalam negeri melalui skema domestic market obligation (DMO).

Pemerintah juga tengah mengkaji opsi lain untuk memastikan pasokan bahan baku biodiesel, termasuk intensifikasi lahan sawit dan pembukaan kebun baru.

Program mandatori biodiesel telah berjalan sejak 2016, dimulai dengan B10 dan kini mencapai B40 pada 2025.

Pemerintah mengklaim peningkatan bauran biodiesel ini meningkatkan kesejahteraan petani sawit.

“Kalau CPO bisa terserap di dalam negeri, nilai ekonomi untuk petani ikut naik,” pungkas Bahlil.