Lubuk Basung – Pemerintah Kabupaten Agam berkomitmen meningkatkan kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan dan keagamaan guna mengakselerasi pembangunan daerah. Langkah ini dinilai krusial untuk menyatukan visi dalam memajukan kesejahteraan masyarakat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Mhd Lutfi, menyampaikan hal tersebut saat menghadiri acara Silaturahmi Syawal Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Kabupaten Agam di Balairung Rumah Dinas Bupati Agam, Minggu (12/4).
Dalam kesempatan itu, Mhd Lutfi mengapresiasi peran Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang telah memberikan kontribusi nyata bagi umat. Menurutnya, kiprah organisasi tersebut di sektor pendidikan, kesehatan, sosial, dan dakwah melalui berbagai amal usaha telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Ia menjelaskan bahwa momentum Syawal menjadi wadah strategis untuk mempererat ukhuwah Islamiyah serta memperkokoh komitmen kebersamaan antara pemerintah daerah dengan seluruh elemen masyarakat.
Lebih lanjut, Mhd Lutfi menekankan bahwa dalam tradisi masyarakat Minangkabau, silaturahmi bukan sekadar sarana mempererat hubungan kekeluargaan. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk menyatukan langkah dalam membangun nagari dan daerah.
Pemerintah Kabupaten Agam menyadari bahwa pembangunan tidak dapat dilakukan secara mandiri. Oleh karena itu, sinergitas dengan seluruh komponen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan, menjadi kunci utama dalam mencapai kemajuan daerah yang berkelanjutan.Lubuk Basung – Pemerintah Kabupaten Agam menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan dan keagamaan guna mengakselerasi pembangunan daerah.
Penegasan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Mhd Lutfi, saat menghadiri acara Silaturahmi Syawal Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Kabupaten Agam di Balairung Rumah Dinas Bupati Agam, Minggu (12/4).
Mhd Lutfi menilai, momentum Syawal menjadi wadah strategis untuk mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkokoh sinergi antara pemerintah daerah dengan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, dalam tradisi masyarakat Minangkabau, silaturahmi bukan sekadar sarana mempererat hubungan kekeluargaan, melainkan ruang untuk menyatukan langkah dalam membangun nagari dan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda Agam memberikan apresiasi atas kontribusi nyata Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dalam pembangunan umat, khususnya melalui berbagai amal usaha di sektor pendidikan, kesehatan, sosial, dan dakwah.
Pemerintah daerah menyadari bahwa pembangunan tidak dapat dilakukan secara mandiri. Oleh karena itu, kolaborasi dengan organisasi keagamaan menjadi kunci penting dalam mewujudkan Kabupaten Agam yang religius, maju, dan sejahtera.
Sekda berharap hubungan baik yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan. Sinergi ini diharapkan menjadi kekuatan bersama dalam meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.






