Ranah

Pemprov Sumbar Dorong Kemandirian Ekonomi Pemuda Melalui Pelatihan Digital

146
×

Pemprov Sumbar Dorong Kemandirian Ekonomi Pemuda Melalui Pelatihan Digital

Sebarkan artikel ini
cetak-pengusaha-mandiri,-pemprov-sumbar-gelar-pelatihan-digital-marketing-intensif
Cetak Pengusaha Mandiri, Pemprov Sumbar Gelar Pelatihan Digital Marketing Intensif

Padang Panjang – Sebanyak 90 pemuda dari berbagai pelosok Sumatera Barat kini dibekali keterampilan pemasaran digital melalui pelatihan intensif bertajuk “Affiliate & Livestreamer Cuan Puluhan Juta Hingga Miliaran dari Rumah”. Program yang dihelat di Padang Panjang pada Minggu (24/5/2026) ini menjadi langkah konkret Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam mengakselerasi ekonomi kreatif di kalangan generasi muda.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mendorong para peserta untuk mengubah pola pikir dari pencari kerja menjadi wirausahawan mandiri. Baginya, penguasaan teknologi digital merupakan kunci utama dalam memenangkan persaingan ekonomi di era modern.

“Pemuda adalah penggerak ekonomi. Jangan hanya jadi penonton. Manfaatkan peluang digital untuk menciptakan usaha sendiri agar ekonomi daerah semakin bergerak,” ujar Mahyeldi saat membuka kegiatan tersebut.

Inisiatif ini merupakan bagian dari program unggulan Nagari Creative Hub (NCH) yang digagas Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumbar. Selama tiga hari, para peserta akan mendapatkan pendalaman materi strategis, mulai dari teknik live streaming, strategi branding produk, hingga affiliate marketing.

Tingginya minat generasi muda terhadap program ini terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 1.000 orang. Wakil Ketua DPRD Sumbar, Nanda Satria, memberikan apresiasi atas antusiasme tersebut dan berkomitmen untuk terus mengawal keberlanjutan pelatihan ini.

“Antusiasme yang membludak ini membuktikan bahwa anak muda Sumbar punya semangat besar untuk maju. Kita akan kawal agar potensi ini terwujud menjadi kekuatan ekonomi nyata,” tutur Nanda.

Kepala Dispora Sumbar, Mahdianur, menjelaskan bahwa para peserta yang berasal dari berbagai wilayah, termasuk Kepulauan Mentawai, diproyeksikan menjadi agen perubahan di daerah asal masing-masing. Setelah pelatihan usai, mereka diharapkan mampu menginisiasi komunitas kreatif serta menularkan keterampilan digital kepada rekan sejawat di lingkungan mereka.