Agam – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menetapkan Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, sebagai titik sentral pengembangan program Nagari Creative Hub (NCH) di Kabupaten Agam.
Inisiatif ini bertujuan mengakselerasi potensi ekonomi lokal melalui optimalisasi ekosistem digital.
Pemerintah menanamkan fasilitas internet berkecepatan tinggi mencapai 300 Mbps guna menjamin kelancaran aktivitas digital masyarakat setempat.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Barat, Yozarwardi Usama Putra, memproyeksikan pusat kreatif ini sebagai inkubator bagi warga dalam menimba ilmu, berkreasi, dan memasarkan produk unggulan secara daring.
Bupati Agam, Benni Warlis, menyambut gebrakan tersebut dengan mengintegrasikan program NCH ke dalam gerakan lokal “Bangkik dari Surau”.
Sinergi kebijakan ini melahirkan konsep inovatif Nagari Creative Hub Berbasis Masjid (NCHBM).
Benni menekankan transformasi fungsi masjid sebagai ruang produktif bagi generasi muda untuk mengasah kapasitas diri.
Ia meyakini kolaborasi antara pemerintah dan elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan program dalam menembus pasar yang lebih luas.
Penguatan pemasaran digital diposisikan sebagai solusi strategis dalam mempromosikan produk lokal secara efektif.
Kreativitas yang lahir dari interaksi generasi muda diyakini mampu menggerakkan roda perekonomian nagari secara signifikan.
Sosialisasi program yang digelar di Aula Kantor Bupati Agam ini menghadirkan perwakilan Bappeda Sumatera Barat, Hendrick Kasmadiharja, serta konten kreator sekaligus dosen ISI Padang Panjang, Ajo Wayoik.
Para pemateri secara khusus memotivasi generasi muda agar merawat kebanggaan terhadap identitas budaya serta potensi lokal Kabupaten Agam.
Agenda tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Agam, termasuk Asisten I Setda Agam, Asisten III Setda Agam, sejumlah kepala OPD, Camat Tilatang Kamang, serta Wali Nagari Koto Tangah.






