RanahTeknologi

Pertamina Geothermal Bangun Data Center Hijau Berbasis Panas Bumi

195
×

Pertamina Geothermal Bangun Data Center Hijau Berbasis Panas Bumi

Sebarkan artikel ini
pertamina-geothermal-bakal-kembangkan-data-center-berbasis-panas-bumi
Pertamina Geothermal Bakal Kembangkan Data Center Berbasis Panas Bumi

Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) membuka peluang pengembangan infrastruktur green data center berbasis energi panas bumi. Langkah ini diambil seiring pesatnya kebutuhan data center di era transformasi digital.

PGEO menggandeng Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) dan Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI) dalam kolaborasi strategis ini.

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGEO, Edwil Suzandi, menyatakan inisiatif ini membuka peluang bagi industri digital rendah emisi di Indonesia.

“Terlebih, saat ini Indonesia tengah memasuki era transformasi digital yang mendorong lonjakan kebutuhan data center,” ujarnya, dikutip dari keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Sabtu (13/12/2025).

Edwil menukil data Kementerian Komunikasi dan Informatika yang mencatat lebih dari 212 juta pengguna internet di Indonesia. Hal ini mendorong penambahan fasilitas data center pada 2029-2030.

“Fasilitas data center diperkirakan terus bertambah,” imbuhnya.

Edwil menjelaskan, hampir 26 persen pertumbuhan konsumsi listrik di industri didorong oleh data center. Kapasitas data center nasional diproyeksikan meningkat dari 520 megawatt (MW) pada 2025 menjadi 1,8 gigawatt (GW) pada 2030.

“PGE ingin menjadi bagian dari perjalanan ini, memastikan bahwa pertumbuhan digital Indonesia dibangun dengan bertanggung jawab dan berkelanjutan,” tegas Edwil.

Ketua Umum IDPRO, Hendra Suryakusuma, menambahkan bahwa data center memegang peranan vital sebagai infrastruktur digital utama dalam mendukung transformasi digital nasional.

“Transformasi digital Indonesia memerlukan fondasi infrastruktur yang tidak hanya andal dan mampu berkembang, tetapi juga selaras dengan komitmen nasional terhadap transisi energi yang lebih berkelanjutan,” katanya.

Pemanfaatan energi panas bumi untuk data center, menurut Hendra, adalah langkah strategis yang menjawab dua tantangan utama sekaligus: ketersediaan energi jangka panjang dan penurunan emisi karbon secara sistemik.

“IDPRO percaya bahwa kemitraan lintas sektor seperti ini akan mempercepat terbentuknya ekosistem digital yang berdaya saing global,” pungkasnya.

Wakil Dekan Bidang Sumber Daya Ventura, Administrasi Umum, Fakultas Teknik UI, Dalhar Susanto, menyatakan dukungan terhadap inisiatif ini untuk memperkuat riset terapan.

“Kami siap memberikan dukungan akademik dan keilmuan untuk memastikan proyek ini dapat memberikan manfaat maksimal bagi ekosistem energi dan digital Indonesia,” tutupnya.