Ranah

PLN Beli Gas Andaman, Jamin Pasokan Listrik Sumatera

144
×

PLN Beli Gas Andaman, Jamin Pasokan Listrik Sumatera

Sebarkan artikel ini
pln-siap-beli-gas-dari-lapangan-andaman-untuk-pasokan-listrik-sumatera
PLN Siap Beli Gas dari Lapangan Andaman untuk Pasokan Listrik Sumatera

Jakarta – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) berencana membeli gas dari Blok Andaman. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pasokan energi nasional.

Rencana pembelian gas ini menyusul penandatanganan Heads of Agreement (HoA) dengan Mubadala Energy, perusahaan migas asal Uni Emirat Arab.

Kesepakatan ini menjadi langkah awal penyediaan gas domestik untuk kebutuhan pembangkit listrik di Sumatera Utara dan Aceh.

Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto, menyatakan kerja sama ini akan memperkuat portofolio pasokan gas nasional dan mendukung agenda transisi energi.

“Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya kami memastikan pasokan gas bagi sektor kelistrikan untuk memperkuat ketahanan energi nasional,” kata Rakhmad dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/11/2025).

Cadangan gas lapangan Tangkulo di South Andaman diperkirakan mencapai lebih dari 2 triliun kaki kubik (TCF). Lokasi lapangan berada sekitar 65 kilometer dari lepas pantai utara Sumatra.

Mubadala Energy menilai kesepakatan ini sejalan dengan komitmen penyediaan energi yang lebih bersih untuk Indonesia.

“Kerja sama ini memprioritaskan kebutuhan energi domestik dan mendukung pengembangan proyek gas Tangkulo,” kata President Director Mubadala Energy Indonesia, Abdulla Bu Ali, dalam keterangan tertulis yang sama.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, turut menyaksikan penandatanganan HoA tersebut. Ia menyebut kerja sama ini sebagai langkah penting dalam percepatan pemanfaatan gas domestik.

Djoko menambahkan, kesepakatan HoA akan menjadi dasar pembahasan lanjutan terkait skema teknis dan komersial sebelum masuk tahap kerja sama definitif.

Jika terealisasi, gas dari lapangan Andaman akan menjadi salah satu sumber energi utama bagi kebutuhan pembangkit listrik di Sumatera dalam jangka panjang.

Indonesia diproyeksikan membutuhkan pertumbuhan suplai energi rata-rata 5,3 persen per tahun hingga 2034.

Pemerintah mendorong diversifikasi sumber energi agar pasokan listrik tetap tersedia dan mendukung target transisi energi nasional.

“HoA ini menjadi momentum kunci bagi pengembangan proyek Tangkulo,” ujar Djoko.