Surabaya – Ratusan perempuan prasejahtera di Surabaya mendapatkan pelatihan intensif dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar.
Program ini menjadi bagian dari komitmen PNM dalam memberikan layanan keuangan yang berdampak sosial.
PNM memfokuskan pada peningkatan kapasitas nasabah sebelum memberikan pembiayaan.
Pendekatan ini memastikan nasabah tidak hanya menerima modal, tetapi juga mendapatkan pendampingan yang berkelanjutan.
Dodot Patria Ary, Sekretaris Perusahaan PNM, menegaskan bahwa pemberdayaan adalah inti dari model bisnis PNM.
“Fokus kami pada pemberdayaan perempuan prasejahtera menjadikan PNM hadir bukan hanya sebagai lembaga pembiayaan, tetapi sebagai mitra tumbuh masyarakat dalam berusaha,” ujarnya.
PKU Akbar secara rutin diselenggarakan di berbagai daerah, didukung oleh jaringan 166 kantor unit PNM.
Dalam program ini, nasabah menerima pelatihan literasi keuangan, penyusunan laporan keuangan sederhana, serta berbagai keterampilan praktis secara gratis.
Kegiatan diawali dengan coaching clinic interaktif yang memberikan pemahaman mengenai legalitas usaha.
Nasabah juga berkesempatan berkonsultasi mengenai pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal.
PNM juga menghadirkan kelas praktik seperti cooking dan handycraft untuk memberikan pengalaman belajar langsung.
Salah satu peserta, pemilik usaha Nastar Semanggi (NAGI), mengakui manfaat nyata dari program ini.
“Dulu saya hanya fokus jualan tanpa tahu cara mengurus izin atau menghitung untung-rugi dengan benar. Dari PKU Akbar, saya jadi lebih paham dan percaya diri mengembangkan usaha,” katanya.
Dodot menambahkan, PKU Akbar juga membangun ekosistem belajar antarnasabah.
Rangkaian kegiatan diperkuat dengan talkshow bersama Bank Indonesia dan OJK, serta bazaar yang menghadirkan 20 UMKM binaan.






