Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian perampingan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berjalan efektif sepanjang 18 bulan pemerintahannya.
Transformasi struktural ini dijalankan secara intensif melalui sinergi antara Badan Pengelola (BP) BUMN dan Danantara Indonesia.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Presiden dalam gelaran Sidang Kabinet Paripurna yang berlangsung di Istana Negara, Senin (20/7/2026).
Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, hadir langsung dalam rapat tersebut mendampingi para menteri Kabinet Merah Putih.
Presiden menegaskan bahwa keberhasilan membenahi berbagai persoalan krusial dalam waktu singkat merupakan prestasi membanggakan bagi bangsa.
“Harusnya kita bangga bahwa ternyata dalam kurun waktu ini telah banyak masalah dan kesulitan yang telah kita selesaikan,” ujar Prabowo dengan nada optimis.
Langkah perampingan paling signifikan terlihat dari pemangkasan jumlah entitas BUMN yang semula mencapai 1.077 perusahaan kini tersisa menjadi sekitar 250 unit.
Proses konsolidasi dan restrukturisasi masif tersebut terbukti mampu menekan biaya operasional rutin hingga mencapai Rp50 triliun.
Pemerintah juga mencatatkan torehan sejarah baru melalui pembentukan ekosistem bank emas nasional atau Bullion Bank.
Unit yang dioperasikan oleh Pegadaian serta Bank Syariah Indonesia ini kini berhasil menguasai cadangan emas sebanyak 153 ton dengan nilai valuasi mencapai 20 miliar dolar Amerika Serikat.
Upaya penguatan daya saing turut diperkuat melalui pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia sebagai pintu tunggal integrasi ekspor komoditas strategis.
Seluruh langkah strategis ini diproyeksikan untuk menciptakan entitas BUMN yang lebih transparan dan kompetitif di kancah global.
Pemerintah optimistis bahwa pembenahan tata kelola ini akan mendongkrak kontribusi BUMN terhadap penerimaan negara sekaligus mengakselerasi pembangunan nasional.






