Ranah

Program Belanja Nasional Lampaui Target Transaksi Rp184 Triliun

93
×

Program Belanja Nasional Lampaui Target Transaksi Rp184 Triliun

Sebarkan artikel ini
transaksi-program-belanja-nasional-lampaui-target-rp-172-t
Transaksi Program Belanja Nasional Lampaui Target Rp 172 T

Jakarta – Program belanja nasional sepanjang kuartal pertama 2026 mencatatkan kinerja impresif dengan total transaksi mencapai Rp 184,02 triliun. Angka tersebut melampaui target pemerintah yang dipatok sebesar Rp 172,38 triliun.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan, capaian ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara pemerintah dan pelaku usaha dalam memberikan stimulus konsumsi masyarakat, khususnya selama periode Ramadan dan Idul Fitri.

Total transaksi tersebut disumbang oleh dua program utama, yakni Friday Mubarak dan Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026.

Program Friday Mubarak yang diinisiasi Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mencatatkan transaksi sebesar Rp 129,12 triliun, atau melampaui target sebesar 8,5 persen. Agenda yang berlangsung pada 11 Februari hingga 31 Maret 2026 ini melibatkan 200 merek ritel, 11 juta pedagang pasar, 414 pusat perbelanjaan, serta 13.450 pasar rakyat di seluruh Indonesia.

Sementara itu, program BINA Lebaran 2026 yang digagas Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) membukukan transaksi senilai Rp 54,9 triliun, atau 2,8 persen di atas target. Program yang digelar pada 6 hingga 30 Maret 2026 ini melibatkan 800 merek, 80 ribu gerai ritel, dan 400 pusat perbelanjaan di 24 provinsi.

Budi menilai, keberhasilan program belanja ini menjadi instrumen penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan konsumsi rumah tangga. Kinerja kuartal pertama ini diyakini menjadi fondasi kuat bagi keberlanjutan konsumsi domestik sepanjang tahun.

Sejalan dengan peningkatan transaksi, Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mencatat kenaikan kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan sebesar 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Konsumsi masyarakat didominasi oleh kategori makanan, minuman, dan hiburan.

Pemerintah optimistis tren positif ini akan terus berlanjut. Proyeksi pertumbuhan kunjungan pada kuartal pertama tahun ini diperkirakan tetap tumbuh di atas 10 persen secara tahunan.

Ke depan, pemerintah bersama asosiasi pelaku usaha berkomitmen menyiapkan berbagai program belanja strategis lainnya. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi nasional.

Jakarta – Program belanja nasional sepanjang kuartal pertama 2026 mencatatkan kinerja impresif dengan total transaksi mencapai Rp 184,02 triliun. Angka tersebut melampaui target pemerintah yang dipatok sebesar Rp 172,38 triliun.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan, capaian ini merupakan buah kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam menstimulasi konsumsi masyarakat, khususnya selama periode Ramadan dan Idul Fitri.

Total transaksi tersebut disumbang oleh dua program utama, yakni Friday Mubarak dan Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026.

Program Friday Mubarak yang digagas Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mencatatkan transaksi sebesar Rp 129,12 triliun, atau 8,5 persen di atas target. Agenda yang berlangsung pada 11 Februari hingga 31 Maret 2026 ini melibatkan 200 merek ritel, 11 juta pedagang pasar, 414 pusat perbelanjaan, serta 13.450 pasar rakyat di seluruh Indonesia.

Sementara itu, program BINA Lebaran 2026 yang diinisiasi Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) membukukan transaksi senilai Rp 54,9 triliun, atau 2,8 persen melampaui target. Program ini digelar pada 6 hingga 30 Maret 2026 dengan melibatkan 800 merek, 80 ribu gerai ritel, dan 400 pusat perbelanjaan di 24 provinsi.

Budi menilai, keberhasilan program belanja ini menjadi instrumen strategis dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan konsumsi rumah tangga. Kinerja kuartal pertama ini diyakini menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan konsumsi domestik sepanjang tahun.

Sejalan dengan peningkatan transaksi, Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mencatat kenaikan kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan sebesar 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Adapun konsumsi masyarakat didominasi oleh kategori makanan, minuman, dan hiburan.

Budi optimistis tren positif ini akan terus berlanjut. Proyeksi pertumbuhan kunjungan pada kuartal pertama tahun ini diperkirakan tetap tumbuh di atas 10 persen secara tahunan.

Ke depan, pemerintah bersama asosiasi pelaku usaha berkomitmen menyiapkan berbagai program belanja strategis. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat.