Ranah

PTPN IV PalmCo Optimalkan Limbah Sawit Menjadi Energi Bio-CBG

125
×

PTPN IV PalmCo Optimalkan Limbah Sawit Menjadi Energi Bio-CBG

Sebarkan artikel ini
bukan-sulap-bukan-sihir,-limbah-sawit-disulap-jadi-‘kembaran’-lpg
Bukan Sulap Bukan Sihir, Limbah Sawit Disulap Jadi ‘Kembaran’ LPG

Jakarta – PTPN IV PalmCo tancap gas dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT) melalui inovasi Bio-Compressed Biomethane Gas (Bio-CBG). Bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), perusahaan pelat merah ini menyulap limbah kelapa sawit menjadi sumber energi alternatif yang diproyeksikan mampu menggantikan peran LPG sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K Santosa, menekankan adanya pergeseran paradigma dalam pengelolaan limbah sawit. Material yang dulunya dianggap sebagai beban lingkungan, kini bertransformasi menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi.

“Limbah justru bisa menjadi sumber energi baru yang bernilai ekonomi sekaligus mendukung ketahanan energi nasional,” ungkap Jatmiko.

Proyek strategis ini mengoptimalkan pemanfaatan limbah cair pabrik kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME) serta biomassa tandan kosong. Melalui serangkaian proses pemurnian, limbah tersebut dikonversi menjadi biomethana dengan spesifikasi yang setara dengan gas bumi.

Jatmiko menjuluki Bio-CBG sebagai “kembaran hijau” dari compressed natural gas (CNG). Produk ini memiliki fleksibilitas tinggi untuk diaplikasikan di sektor industri maupun transportasi, sehingga menjadi substitusi potensial bagi bahan bakar fosil yang selama ini masih bergantung pada impor.

Saat ini, perusahaan tengah merealisasikan peta jalan energi hijau dengan membangun fasilitas Bio-CBG di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Tinjowan, Sumatra Utara. Target ambisius telah dipatok, yakni pengoperasian 17 instalasi Bio-CBG hingga tahun 2029.

Sebagai langkah awal, delapan proyek baru dijadwalkan segera memasuki tahap peletakan batu pertama pada tahun ini. Inisiatif ini diharapkan mampu mengubah fasilitas pengolahan limbah sawit menjadi pusat energi terintegrasi yang tidak hanya menghasilkan listrik, tetapi juga gas siap pakai.

Langkah kolaboratif ini dinilai krusial mengingat posisi Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia. Melimpahnya limbah cair dan biomassa dari sektor perkebunan sawit menjadi potensi besar yang dapat dioptimalkan untuk menekan ketergantungan pada energi fosil.