Aceh Tamiang – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan dampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang dengan membangun puluhan sumur bor air baku.
Sebanyak 47 sumur bor disiapkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak bencana.
Lokasi vital seperti tempat ibadah, sekolah, hunian sementara, pasar, dan fasilitas umum menjadi prioritas dalam inisiatif ini.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan penyediaan air bersih merupakan kebutuhan mendesak bagi warga.
“Masjid, sekolah, dan pesantren adalah ruang hidup masyarakat,” kata Dody dalam keterangan tertulis, Sabtu (3/1/2026).
Dody menambahkan, ketersediaan air bersih akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga dalam beribadah, belajar, serta mencegah risiko penyakit.
Pengeboran sumur air tanah telah dimulai sejak 28 Desember 2025.
Satu titik sumur bor sudah berfungsi di Masjid Simpang Lhee, Kecamatan Manyak Payed, lengkap dengan rumah pompa dan fasilitas MCK.
Selain itu, pengeboran juga menyasar puskesmas di Karang Baru, Tamiang Hulu, Sekerak, Bandar Pusaka, Kuala Simpang, Rantau, dan Bendahara.
Lokasi lain yang menjadi target adalah Polindes dan Pasar Manyak Payed, sejumlah masjid, kantor kecamatan, hunian sementara DPRK Aceh Tamiang, pesantren, taman kanak-kanak, serta meunasah.
Selain Aceh Tamiang, pengeboran sumur air bersih juga berlangsung di Kabupaten Pidie Jaya dan Bener Meriah, meliputi kompleks perkantoran dan hunian sementara.
Kedalaman sumur bor bervariasi antara 60 hingga 82 meter, disesuaikan dengan hasil survei geolistrik untuk menjamin kualitas dan keberlanjutan sumber air.
Kementerian PU merencanakan pembangunan 47 titik sumur bor air baku di 12 kecamatan dan 30 lokasi di Kabupaten Aceh Tamiang, terdiri dari 14 sumur bor dangkal dan 33 sumur bor dalam.
“Seluruh sumur dirancang sebagai cadangan air bersih jangka menengah bagi masyarakat,” jelas Dody.
Pembangunan sumur bor ini melibatkan Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU, serta didukung sarana lain seperti instalasi pengolahan air mobile, mobil tangki air, hidran umum, toilet darurat, dan toren air.






