Jakarta – Menurut survei terbaru dari McKinsey & Co, Generasi Z menempati posisi teratas dalam menyatakan keinginan mereka untuk menjadi pemimpin perusahaan.
Studi tersebut melibatkan Gen Z yang belum menduduki jabatan tinggi di AS, menemukan bahwa 38% dari mereka bercita-cita menjadi CEO, dua kali lebih banyak dari Generasi X (18%).
Lebih lanjut, riset tersebut mengungkapkan bahwa 31% Generasi Milenial juga memiliki ambisi serupa, diikuti oleh 21% Generasi Baby Boomer. Hasil ini menunjukkan pergeseran preferensi karier yang signifikan di kalangan generasi muda.
Generasi Z, yang lahir antara 1997 dan 2012, telah mengalami tantangan unik selama masa pertumbuhan mereka. Pandemi COVID-19 dan pergolakan sosial telah membentuk pandangan mereka tentang pekerjaan. Akibatnya, mereka cenderung mencari fleksibilitas, otonomi, dan peluang kepemimpinan.
Diperkirakan pada tahun 2024, Gen Z akan menjadi kelompok pekerja terbesar di dunia. Hal ini menunjukkan pergeseran generasi di tempat kerja global, di mana nilai-nilai dan aspirasi mereka akan sangat memengaruhi lanskap organisasi.
Meski demikian, Gen Z dan Milenial sering menghadapi stereotip negatif sebagai generasi yang manja dan berhak. Namun, Direktur Operasional Hemmat Law Group, John Avi Socha, menegaskan bahwa kedua generasi ini memiliki nilai yang sama.
Ia menunjukkan bahwa Generasi Milenial, yang terdampak krisis keuangan 2008, telah mengembangkan mentalitas yang lebih konservatif dalam kepemimpinan dibandingkan dengan Gen Z.






