EkonomiRanah

Rupiah Menguat Tipis, Perang Dagang AS-Cina Mereda

250
×

Rupiah Menguat Tipis, Perang Dagang AS-Cina Mereda

Sebarkan artikel ini
rupiah-menguat,-kekhawatiran-perang-dagang-as-cina-mereda
Rupiah Menguat, Kekhawatiran Perang Dagang AS-Cina Mereda

Jakarta – Rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan kabar baik. Mata uang Garuda terpantau menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Pada pembukaan pasar, Kamis (16/10/2025), rupiah naik 3 poin atau setara 0,02 persen ke level Rp 16.573 per dolar AS. Posisi ini lebih baik dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 16.576 per dolar AS.

Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, menyebut meredanya kekhawatiran perang dagang antara AS dan Cina menjadi pendorong utama penguatan rupiah.

“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan menguat di kisaran Rp 16.520 – Rp 16.620,” ujar Rully.

Ia menambahkan, tren penurunan indeks dolar AS juga turut memengaruhi pergerakan rupiah.

Sentimen positif datang dari Amerika Serikat. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dikabarkan menunda penerapan tarif 100 persen terhadap produk Cina hingga tahun depan.

Tarif ini terkait dengan ancaman Presiden AS, Donald Trump, terhadap barang-barang asal Cina dan pembatasan ekspor perangkat lunak penting.

Sebelumnya, Cina mengumumkan pembatasan ekspor unsur tanah jarang, yang memperluas kontrol atas teknologi pemrosesan dan manufaktur.

Kementerian Perdagangan Cina menyatakan pembatasan ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan kepentingan nasional.

Duta Besar Cina untuk Amerika Serikat, Xie Feng, menegaskan bahwa perang tarif tidak akan menguntungkan siapapun.

Pemerintah Cina mengajak Amerika Serikat untuk menyelesaikan masalah melalui dialog yang didasarkan pada rasa saling menghormati.

Dari dalam negeri, sentimen terhadap rupiah berpotensi dipengaruhi oleh rilis Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur triwulan III 2025 dan data survei Bank Indonesia (BI) terkait kegiatan dunia usaha.

“PMI Manufaktur triwulan III 2025 diperkirakan lebih rendah dibanding periode sebelumnya, namun masih ekspansif,” pungkas Rully.