EkonomiRanah

Rupiah Tertekan, Faktor Global dan Domestik Jadi Pemicu

209
×

Rupiah Tertekan, Faktor Global dan Domestik Jadi Pemicu

Sebarkan artikel ini
sore-ini-kurs-rupiah-ditutup-melemah-di-rp-16.780-per-usd
Sore Ini Kurs Rupiah Ditutup Melemah di Rp 16.780 per USD

Jakarta – Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan tren pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan, Rabu (7/1/2026).

Rupiah tertekan 22 poin, sehingga berada pada level Rp 16.780 per dolar AS.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan mata uang Garuda ini masih akan fluktuatif dan berpotensi kembali melemah pada perdagangan Kamis (8/1/2026).

Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp 16.780 hingga Rp 16.810 per dolar AS.

Pelemahan rupiah dipicu oleh kombinasi faktor eksternal dan internal.

Dari sisi eksternal, pasar menyoroti dampak serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela.

Setelah penangkapan Presiden Nicolas Maduro pada 3 Januari 2026, Pemerintah Venezuela menyetujui pasokan 30-50 juta barel minyak ke AS.

Sementara itu, dari dalam negeri, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih rendah dari Bank Dunia dan IMF turut membebani rupiah.

Kedua lembaga tersebut memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini hanya sekitar 5 persen.

Angka ini di bawah target optimistis Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang menargetkan pertumbuhan ekonomi 2026 mencapai 6 persen.

Namun, Ibrahim menilai target 6 persen bukanlah hal yang mustahil.

Pemerintah, menurutnya, telah menyiapkan sejumlah strategi, termasuk akselerasi anggaran, untuk mencapai target tersebut.

Selain itu, perbaikan iklim usaha diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan investor.

Pemerintah juga terus berupaya mengatasi berbagai masalah dan hambatan investasi.

“Kebijakan tersebut membuat investor asing semakin optimis dengan perubahan kebijakan tersebut,” pungkas Ibrahim.