Padang – Denyut aktivitas pendidikan di MAN 3 Padang kembali normal pasca-insiden ledakan benda yang diduga bom rakitan milik salah seorang siswa.
Ratusan siswa memadati area sekolah sejak pukul 06.30 WIB untuk memulai kembali rutinitas harian mereka dengan khidmat.
Sesi hafalan Al-Qur’an mengawali rangkaian kegiatan pagi, yang kemudian disambung dengan apel rutin dan senam bersama.
Kepala MAN 3 Padang, Marliza, sengaja menggalakkan aktivitas fisik intensif untuk memulihkan stabilitas emosional di lingkungan sekolah.
Strategi ini diterapkan sebagai langkah mitigasi agar para siswa tidak terperangkap dalam trauma berkepanjangan akibat peristiwa yang sempat mengguncang publik tersebut.
“Anak-anak hadir seperti biasa dan pagi ini mereka mengikuti apel, kemudian kami memberikan edukasi serta motivasi,” tegas Marliza.
Agenda Masa Ta’aruf Madrasah (MATAMUDA) bagi siswa kelas X pun tetap digulirkan sesuai jadwal akademik yang berlaku.
Para siswa baru tampak antusias mengikuti instruksi baris-berbaris hingga menyimak penyuluhan kesehatan yang disampaikan petugas Puskesmas.
Manajemen sekolah kini menjalankan pendampingan psikologis melalui diskusi terbuka guna membantu siswa menyikapi situasi dengan kepala dingin.
Pantauan di lapangan menunjukkan para siswa tetap ceria dan fokus mengikuti seluruh rangkaian kegiatan tanpa menunjukkan kecemasan berlebih.
“Alhamdulillah, anak-anak terlihat ceria saat mengikuti senam dan kegiatan lainnya, kami terus memberikan dukungan agar aktivitas belajar berjalan seperti biasa,” imbuh Marliza.
Pihak madrasah memastikan kalender pendidikan tetap berjalan stabil sembari terus menjalin koordinasi intensif dengan aparat kepolisian terkait proses penyelidikan.
Prioritas utama manajemen kini berfokus pada jaminan terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif bagi seluruh peserta didik.






