PemerintahRanah

Soal Kemacetan Jalur Alternatif, Mahyeldi Sudah Lakukan Sejumlah Langkah

403
×

Soal Kemacetan Jalur Alternatif, Mahyeldi Sudah Lakukan Sejumlah Langkah

Sebarkan artikel ini
Walikota Padang Mahyeldi Ansarullah menjadi pembina Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lapangan Imam Bonjol, Padang, Minggu (1/10/2017).
Walikota Padang Mahyeldi Ansarullah menjadi pembina Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lapangan Imam Bonjol, Padang, Minggu (1/10/2017).

Padang – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi bergerak cepat mengantisipasi lonjakan kendaraan di jalur alternatif, khususnya Malalak dan Sitinjau Laut, pasca libur lebaran.

Mahyeldi menginstruksikan jajarannya untuk siaga 24 jam memantau situasi di jalur alternatif, terutama terkait truk-truk besar yang melintas.

“Petugas harus standby 24 jam, karena banyak truk-truk besar melalui jalur alternatif,” tegasnya saat berkoordinasi via telepon dengan Dinas Perhubungan, BMCKTR, dan Asisten Pemprov Sumbar, Selasa (25/6/2024).

Koordinasi intensif dengan pemerintah Kabupaten dan Kota setempat juga didorong untuk langkah-langkah antisipasi. Kemacetan di dua jalur alternatif tersebut diakibatkan oleh beberapa faktor, salah satunya pemeliharaan jalan.

“Karena ada pemeliharaan di jalan alternatif, diminta petugas mengawasi arus kendaraan lebih ekstra,” jelas Mahyeldi.

Pembatasan jenis kendaraan di jalur alternatif juga menjadi fokus utama. Dishub dan BMCKTR diinstruksikan untuk berkoordinasi terkait aturan pembatasan tersebut.

“Dikoordinasikan (bagaimana aturannya), apakah diberlakukan jam-jam tertentu. Tronton (truk ukuran besar) hanya boleh di Sitinjau Laut, mohon disiapkan aturan dan himbauannya,” ujar Mahyeldi.

Mahyeldi mengimbau kendaraan pengangkut pangan, terutama truk besar, untuk mempertimbangkan mengganti dengan kendaraan yang lebih kecil atau bukan tronton.

“Kendaraan yang membawa pangan, (coba) diganti dengan yang (lebih) kecil. Namun, jangan sampai naik harga barang (dipertimbangkan), karena kendaraan pengangkutnya dialihkan,” pesannya.

Pemantauan intensif dilakukan Mahyeldi terhadap peristiwa di jalur alternatif, khususnya Malalak dan Sitinjau Laut.

“Kita pantau terus, bagaimana langkahnya, bagaimana antisipasinya, harus saling koordinasi,” pungkasnya.