Padang – Kabar baik datang dari Sumatera Barat (Sumbar). Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Budi Santoso, secara resmi melepas ekspor 27 ton gambir ke India.
Pelepasan ekspor gambir ini dilakukan oleh PT Salimbado Jaya Indonesia.
Acara pelepasan ekspor ditandai dengan pemberangkatan truk kontainer dari halaman Istana Gubernur Sumbar, Selasa (19/11/2025).
Mendag Budi Santoso menekankan pentingnya hilirisasi gambir agar Indonesia tidak terus bergantung pada ekspor bahan mentah dan pasar tunggal seperti India.
“Gambir ini memiliki potensi besar jika diolah. Kita ingin ke depan gambir bisa seperti ginseng bagi Indonesia,” ujarnya.
Hilirisasi, menurutnya, akan meningkatkan nilai tambah gambir, terutama di daerah sentra produksi seperti Sumbar.
Mendag juga memaparkan tren positif ekspor nasional. Hingga September, ekspor Indonesia mencapai 209 miliar dolar AS, naik 8,14 persen.
Ekspor UMKM juga menunjukkan pertumbuhan signifikan, mencapai 48,1 persen.
Meskipun kontribusinya masih 4,69 persen, Kemendag terus berupaya mempercepat program “UMKM Bisa Ekspor”.
Program ini telah memfasilitasi 1.049 UMKM dengan transaksi senilai 130 juta dolar AS hingga Oktober tahun ini.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, mengungkapkan bahwa Sumbar adalah sentra utama gambir dunia dengan produksi mencapai 25.818 ton pada tahun 2024.
“Alhamdulillah, Sumbar menyuplai sekitar 80 persen kebutuhan dunia. Namun ekspor kita masih sangat bergantung pada satu negara,” kata Mahyeldi.
Karena itu, ia berharap dukungan Kemendag untuk penguatan tata niaga dan perluasan pasar.
Gubernur juga menyoroti tantangan ekspor di Pelabuhan Teluk Bayur yang belum optimal melayani komoditas non-CPO.
Pemprov Sumbar berkomitmen untuk memperkuat hilirisasi, termasuk pengembangan produk olahan seperti sabun dan kopi gambir yang mulai dikembangkan industri lokal.
Sepdi Tito, pimpinan PT. Salimbado Jaya Indonesia, menjelaskan bahwa produksi gambir Sumbar mencapai 16.000-20.000 ton per tahun.
Persaingan dengan katekin dari kulit mente dan pemurnian domestik menekan pasar gambir mentah, sehingga inovasi produk menjadi kebutuhan mendesak.






