Ranah

Tekan Angka Bunuh Diri, Agama dan BK Ditingkatkan

181
×

Tekan Angka Bunuh Diri, Agama dan BK Ditingkatkan

Sebarkan artikel ini
soal-pelajar-bunuh-diri,-kakankemenag-sawahlunto-tekankan-pentingnya-penguatan-agama-dan-fungsi-guru-bk
Soal Pelajar Bunuh Diri, Kakankemenag Sawahlunto Tekankan Pentingnya Penguatan Agama dan Fungsi Guru BK

Sawahlunto – Kasus bunuh diri di lingkungan pendidikan menjadi sorotan serius di Kota Sawahlunto. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Sawahlunto, Dedi Wandra, menyebut lemahnya pemahaman agama sebagai salah satu faktor pemicu.

Pernyataan ini disampaikan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Kota Sawahlunto, yang juga dihadiri unsur kepolisian, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Komunikasi dan Informatika, kepala sekolah, wali kelas, serta guru BK.

Dedi Wandra menegaskan, dari sudut pandang agama, bunuh diri adalah dosa besar, merujuk pada Surat An-Nisa ayat 29.

“Pemahaman agama yang baik harus diikuti dengan spiritualitas yang kuat agar memperkokoh mental anak,” ujarnya.

Kemenag Sawahlunto telah menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang menekankan kasih sayang dalam proses belajar mengajar.

“Tenaga kependidikan, termasuk petugas kantin, satpam, hingga masyarakat sekitar, turut berperan dalam pembentukan karakter anak,” tambahnya.

Untuk memperkuat fungsi guru BK, Kemenag Sawahlunto menyarankan penyediaan pojok konseling, peer counseling, home visit, serta bimbingan daring.

Selain itu, Dedi Wandra menyoroti pentingnya pengawasan di sekolah melalui pemasangan CCTV di ruang kelas.

“Saat ini sekitar 30 persen ruang kelas madrasah sudah dilengkapi CCTV. Dengan pengawasan ini, anak-anak menjadi lebih terkontrol. Alangkah baiknya jika ditambah dengan speaker di tiap kelas agar pengawas bisa langsung memberikan teguran bila diperlukan,” pungkasnya.