Jakarta – Indonesia kekurangan talenta digital. Hingga 2030, kebutuhan mencapai 9 juta orang.
Namun, perguruan tinggi di Indonesia hanya mampu menghasilkan 6 juta talenta digital.
Kesenjangan ini muncul di tengah potensi otomatisasi yang bisa menggantikan 92 juta pekerjaan di seluruh dunia.
Telkomsel berupaya menjembatani kesenjangan ini melalui program IndonesiaNEXT dan NextDev.
Kedua program ini bertujuan membangun generasi muda yang adaptif terhadap teknologi. Fokusnya pada kecerdasan buatan (AI), startup digital, dan inovasi berbasis solusi sosial.
“Kami ingin memastikan generasi muda Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta dan pengembang inovasi berbasis digital,” kata Vice President Corporate Communications and Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi.
IndonesiaNEXT, yang diluncurkan sejak 2016, menjadi wadah pengembangan kompetensi digital bagi mahasiswa di seluruh Indonesia.
Program ini menawarkan pelatihan teknis seperti AI fundamentals, data analytics, dan cloud computing.
Peserta juga mendapatkan keterampilan non-teknis seperti public speaking, leadership, dan digital branding.
IndonesiaNEXT juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperoleh sertifikasi internasional dari lembaga global seperti Microsoft, Cisco, dan Google.
Hingga saat ini, IndonesiaNEXT telah menghasilkan lebih dari 8.000 sertifikasi digital bagi talenta muda dari 38 provinsi, dengan total jangkauan lebih dari 96.000 peserta.
Kurikulum terbaru IndonesiaNEXT mengusung AI dan generative AI, serta sertifikasi internasional yang mencakup AI prompting, UI/UX, dan digital marketing.






