Jakarta – Transjakarta mencatatkan lonjakan penumpang signifikan hingga 1,4 juta orang per hari pada tahun 2025. Mayoritas pengguna berasal dari kalangan muda, didominasi generasi Z dan milenial.
Data menunjukkan, lebih dari 80 persen penumpang Transjakarta adalah generasi muda.
Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, mengungkap data ini dalam diskusi di Skyline Building, Jakarta, Senin (19/1/2026).
“Pengguna Transjakarta didominasi oleh perempuan, mencapai 66 persen atau sekitar dua pertiga dari total penumpang,” jelas Welfizon.
Saat ini, Transjakarta melayani 233 rute di seluruh Jakarta dan wilayah penyangga. Armada yang beroperasi mencapai lebih dari 5.000 unit, termasuk 470 bus listrik.
Layanan Transjakarta meliputi Bus Rapid Transit (BRT) dengan 14 koridor utama, angkutan pengumpan, Royaltrans, bus khusus, bus wisata, Transjabodetabek, dan Mikrotrans.
Welfizon menjelaskan, pandemi Covid-19 pada tahun 2020 menyebabkan penurunan drastis jumlah penumpang menjadi sekitar 83 ribu orang per hari.
Sebelum pandemi, pada tahun 2019, Transjakarta mencatat rekor tertinggi dengan 1 juta penumpang per hari.
“Angka 1 juta pelanggan per hari menjadi acuan psikologis bagi kami,” kata Welfizon.
Setelah pandemi, jumlah penumpang berangsur naik menjadi 219 ribu per hari pada tahun 2022. Kemudian melonjak menjadi 1,3 juta orang per hari pada tahun 2024, dan mencapai 1,4 juta orang per hari pada tahun 2025.
Transjakarta juga tengah merevitalisasi 46 dari 271 halte BRT. Peningkatan kapasitas halte dan infrastruktur lain menjadi fokus utama.
“Digitalisasi menjadi aspek penting yang harus disadari dalam semua lini layanan Transjakarta,” pungkas Welfizon.
Transjakarta telah melayani masyarakat selama 22 tahun. Operasi bus pertama kali dilakukan pada 15 Januari 2004 di koridor 1 dengan rute Blok M-Kota.






