KampusKu

UNP Latih Guru TK Sawahlunto Ciptakan Media 3R Ramah Lingkungan

397
×

UNP Latih Guru TK Sawahlunto Ciptakan Media 3R Ramah Lingkungan

Sebarkan artikel ini
unp-latih-guru-tk-sawahlunto-ciptakan-media-3r-ramah-lingkungan
UNP Latih Guru TK Sawahlunto Ciptakan Media 3R Ramah Lingkungan

Sawahlunto – Puluhan guru Taman Kanak-Kanak (TK) di Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Universitas Negeri Padang (UNP) untuk meningkatkan kreativitas dalam membuat media pembelajaran.

Pelatihan yang berfokus pada pengembangan media berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan deep learning ini diharapkan dapat menumbuhkan jiwa wirausaha berbasis green economy.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat UNP melalui Program Multidisiplin Kemitraan Masyarakat (PMKM) menggelar pelatihan tersebut pada Rabu (20/8/2025) yang diikuti oleh 20 guru dari 14 sekolah.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh perwakilan Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto dan Ketua KKG TK Kecamatan Talawi. Para peserta mendapatkan materi tentang pendekatan pembelajaran deep learning, isu lingkungan, pemanfaatan bahan daur ulang, dan strategi pengembangan media kreatif.

Dalam sesi workshop, para guru menghasilkan berbagai media dari bahan bekas.

Mereka membuat kertas daur ulang dari sisa fotokopi dan buku bekas yang direndam lalu dicetak kembali.

Selain itu, mereka juga menciptakan alat musik marakas dari botol plastik berisi biji kering untuk melatih ritme anak, serta maket eksperimen gunung meletus dari botol plastik dan kardus. Maket pemandangan alam yang menyerupai gunung, pepohonan, sungai, rumah, sekolah, dan bangunan bersejarah juga turut dibuat.

Media-media tersebut dirancang untuk mengajarkan sains, menanamkan rasa syukur, serta mengenalkan anak pada lingkungan.

Nilai ekologi Islam juga ditekankan, yakni menjaga alam sebagai amanah dan ibadah. Diharapkan, anak-anak dapat mencintai lingkungan sejak dini dan menyadari pentingnya peran manusia sebagai khalifah di bumi.

Tim UNP mendorong para guru untuk mengembangkan media tersebut di sekolah masing-masing. Mereka juga mendapatkan edukasi mengenai konsep green economy dengan memanfaatkan kreativitas untuk menghasilkan media yang bernilai edukatif dan ekonomis.

Kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi guru untuk terus berinovasi, mengintegrasikan isu lingkungan dalam pembelajaran, dan membangun budaya wirausaha berbasis green economy. Program ini juga mendukung tujuan SDGs, khususnya pendidikan berkualitas, konsumsi dan produksi bertanggung jawab, serta aksi iklim.

Salah seorang guru peserta mengungkapkan antusiasmenya setelah mengikuti pelatihan tersebut. “Kami merasa mendapat inspirasi baru untuk mengolah bahan bekas menjadi media pembelajaran kreatif,” ujarnya.