Hanoi – Vietjet memperkuat fondasi operasionalnya dengan membangun sistem terintegrasi di lingkungan bandara untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mendukung ekspansi jaringan internasional.
Langkah itu tercermin dari peran Airport NEO Ground Services Company yang kini menjadi penopang utama layanan darat maskapai. Perusahaan ini menangani berbagai aspek operasional, mulai dari layanan penumpang hingga pergerakan pesawat di apron.
Airport NEO merupakan pengembangan dari unit layanan sebelumnya yang kini dibangun dengan pendekatan lebih modern. Sistem yang digunakan dirancang untuk mengintegrasikan berbagai proses agar berjalan lebih cepat dan akurat.
Dalam keterangan resmi pada Selasa, 5 Mei 2026, Airport NEO disebut kini menyediakan layanan ground handling secara menyeluruh untuk operasional Air India. Layanan tersebut ditopang standar keselamatan dan keamanan berkelas internasional, efisiensi operasional, serta kualitas layanan yang tinggi.
Dalam operasional harian, teknologi memegang peranan penting dalam mengatur alur kerja di bandara. Mulai dari load control, penanganan bagasi, hingga koordinasi penerbangan dijalankan melalui sistem yang saling terhubung.
Pendekatan itu memungkinkan maskapai menjaga ketepatan waktu penerbangan secara konsisten. Efisiensi operasional juga meningkat karena setiap proses dapat dipantau dan dikendalikan secara real time.
Kemampuan tersebut menunjukkan bahwa sistem yang dibangun telah memenuhi standar layanan internasional. Fondasi ini menjadi penting untuk mendukung perluasan jaringan penerbangan yang lebih luas.
Pengembangan ekosistem itu juga berdampak pada pengalaman penumpang. Proses yang lebih terorganisir membuat waktu tunggu lebih singkat dan layanan menjadi lebih konsisten.
Transformasi tersebut turut ditopang investasi pada infrastruktur dan sumber daya manusia. Perpaduan teknologi dan tenaga kerja terlatih menjadi kunci dalam menjaga kualitas layanan.
Langkah Vietjet ini mencerminkan pergeseran industri aviasi yang semakin bergantung pada sistem digital. Maskapai kini tidak hanya menitikberatkan pada armada, tetapi juga pada integrasi teknologi di seluruh rantai operasional.






