Ranah

Wakil Wali Kota Bukittinggi Buka Pelatihan Juleha Halal

77
×

Wakil Wali Kota Bukittinggi Buka Pelatihan Juleha Halal

Sebarkan artikel ini
wawako-bukittinggi-buka-pelatihan-juleha,-perkuat-pariwisata-halal-bukittinggi
Wawako Bukittinggi Buka Pelatihan Juleha, Perkuat Pariwisata Halal Bukittinggi

Bukittinggi – Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis membuka Pelatihan Juru Sembelih Halal (JULEHA) yang digelar di Aula MUI Kota Bukittinggi, Senin (4/5/2026). Kegiatan hasil kolaborasi peternak bersama Kita Bisa itu dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuat pemahaman masyarakat tentang penyembelihan hewan sesuai syariat sekaligus menjawab masih terbatasnya tenaga Juleha secara nasional.

Perwakilan Kita Bisa, Tomi, mengatakan JULEHA merupakan lembaga yang membimbing tata cara penyembelihan sesuai syariat serta sertifikasi halal oleh BPJPH. Ia menegaskan pelatihan tersebut dibutuhkan agar praktik penyembelihan benar-benar memenuhi standar kehalalan.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta tidak hanya memahami teori dan praktik penyembelihan halal, tetapi juga dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk memperoleh sertifikat JULEHA, serta memastikan setiap proses penyembelihan benar-benar sesuai dengan ketentuan syariat,” ujarnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bukittinggi, Aidil Alfin, menjelaskan bahwa prinsip konsumsi sesuai syariat berlaku untuk seluruh manusia. Menurut dia, aspek halal tidak hanya berkaitan dengan jenis hewan, tetapi juga tata cara penyembelihan, kebersihan, kesehatan hewan, dan keberlanjutan. Ia juga mengimbau agar hewan betina produktif tidak disembelih.

“Pentingnya keseimbangan antara pengalaman dan teori dalam penyembelihan halal. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan tidak hanya terampil, tetapi juga memahami metode yang benar dan mampu mengajarkannya secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Ibnu Asis mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut dan menilai kegiatan itu bermanfaat, khususnya bagi masyarakat di sektor peternakan. Ia menyebut ketersediaan Juleha saat ini baru mencapai sekitar 50 persen dari kebutuhan nasional.

“Keberadaan Juru Sembelih Halal memiliki peran strategis dalam mendukung penguatan pariwisata halal, baik di tingkat kota maupun provinsi. Kami berharap para peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh secara berkelanjutan,” ujarnya.