Ekonomi

Walhi Sumbar Latih Petani Basawah Pokok Murah di Solok Selatan

192
×

Walhi Sumbar Latih Petani Basawah Pokok Murah di Solok Selatan

Sebarkan artikel ini
walhi-sumbar-latih-petani-basawah-pokok-murah-di-solok-selatan
Walhi Sumbar Latih Petani Basawah Pokok Murah di Solok Selatan

Solsel – Pertanian modern yang kian membebani petani menjadi perhatian serius Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumatera Barat (Sumbar). Sebagai respon, WALHI Sumbar menggelar Sekolah Lapang “Sawah Pokok Murah” di Jorong Bukik Malintang Utara, Nagari Lubuak Gadang, Kecamatan Sangir, Rabu (23/07/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 50 petani pemilik lahan sawah dengan tujuan mendorong praktik pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Acara tersebut dihadiri oleh Direktur Eksekutif WALHI Sumbar, Wengki Purwanto, Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Dinas Pertanian Kecamatan Sangir, Bahwanudin Batubara, perwakilan Kelompok Pecinta Alam, serta undangan lainnya.

WALHI Sumbar menilai bahwa sistem pertanian intensif yang berbasis modal besar telah membawa dampak buruk bagi lingkungan dan membebani masyarakat dalam mengelola lahan pertanian.

WALHI Sumbar berupaya mengembangkan pendidikan dan pelatihan untuk menciptakan sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan dengan biaya yang lebih terjangkau.

Direktur Eksekutif WALHI Sumbar, Wengki Purwanto, mengajak seluruh pihak yang hadir untuk aktif terlibat dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan di wilayah tersebut.

“Bagaimana kita membuat pertanian yang ramah lingkungan, tidak melulu bergantung pada kimia tapi hasilnya masih standar,” ujarnya.

Wengki Purwanto menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas petani dalam menerapkan sistem pertanian ekologis.

Selain itu, program ini juga bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap input pertanian yang mahal dan berisiko tinggi, serta membangun kembali sistem pertanian yang adil, lestari, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.

Dengan memperkenalkan model sawah yang murah, efisien, dan berbasis kebutuhan pokok petani, WALHI Sumatera Barat berharap dapat memperkuat gerakan pertanian berkelanjutan di tingkat lokal.

Hal ini diharapkan dapat berkontribusi pada upaya menjaga lingkungan hidup dan mewujudkan kedaulatan pangan.

Selain itu, Koordinator penyuluh pertanian Kecamatan Sangir, Bahwanudin Batubara, menjelaskan bahwa program “Basawah pokok murah” merupakan pengelolaan tanam padi dengan berbudidaya menggunakan musa jerami tanpa olah sawah.

“Sudah jelas ini akan menekan biaya produksi, ramah lingkungan dan menghemat waktu pengolahan,” jelasnya.

Bahwanudin Batubara menambahkan, selama ini pengelolaan tanam padi biasanya menggunakan pengelolaan terpadu, sistem SRI dan organik sawah.

“Sekarang dengan basawah pokok murah ini, kita berupaya bagaimana hasil besar dan bisa menekan biaya produksi,” katanya.

Praktik pertanian modern yang mengandalkan teknologi pertanian dan padat modal, seperti penggunaan pupuk kimia, pestisida sintetis, benih hibrida, dan alat berat pertanian semakin mendominasi.

Meskipun pendekatan ini sering dipromosikan atas dasar peningkatan produksi, dampak jangka panjangnya terhadap lingkungan dan kesejahteraan petani menjadi perhatian serius.

Pertanian modern ini telah menyebabkan masalah akibat penggunaan bahan kimia berlebihan, penurunan kualitas tanah dan air, ketergantungan petani terhadap produk dan jasa pertanian komersial, serta meningkatnya beban biaya produksi bagi petani kecil.