Ranah

Walikota Padang Redam Kericuhan, Pastikan Bukan SARA

187
×

Walikota Padang Redam Kericuhan, Pastikan Bukan SARA

Sebarkan artikel ini
mediasi-kericuhan-di-padang-sarai,-walikota-fadly-amran-tegaskan-bukan-persoalan-sara
Mediasi Kericuhan di Padang Sarai, Walikota Fadly Amran Tegaskan Bukan Persoalan SARA

Padang – Insiden pembubaran aktivitas ibadah dan pendidikan agama di Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, berbuntut panjang.

Pemerintah Kota Padang bergerak cepat melakukan mediasi antar warga yang bertikai. Wali Kota Padang, Fadly Amran, memimpin langsung upaya perdamaian tersebut pada Minggu (27/7) malam di Kantor Camat Koto Tangah.

Pembubaran kegiatan ibadah dan pendidikan agama di sebuah rumah milik jemaat Gereja Kristen Setia Indonesia oleh sejumlah warga RT 03/ RW 09 menjadi pemicu kericuhan yang terjadi pada Minggu sore. Akibatnya, dua orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Pendeta Dachi menjelaskan duduk perkara kesalahpahaman yang terjadi.

“Sebagian warga menganggap rumah tempat pendidikan agama bagi anak-anak kristen yang kita bina ini adalah gereja. Padahal bukan,” jelasnya.

Pertemuan mediasi yang dihadiri oleh kedua belah pihak menghasilkan kesepakatan damai.

Fadly Amran menyampaikan penyesalannya atas insiden yang terjadi di Kelurahan Padang Sarai.

“Pertama, kita harus memahami lukanya perasaan saudara-saudara kita yang mengalami tindakan pengerusakan bahkan juga sampai ada korban luka. Dan ini bukan perselisihan agama, tetapi murni insiden kesalahpahaman. Dan itu sama-sama kita dengar tadi dalam mediasi,” tegasnya usai rapat mediasi.

Fadly menambahkan, kesalahpahaman telah diselesaikan dan insiden tersebut tidak terkait dengan isu SARA.

Namun, tindakan yang masuk ranah pidana akan ditindaklanjuti sesuai dengan hukum yang berlaku.

Turut hadir dalam mediasi tersebut Kapolsek Koto Tangah Kompol Afrino dan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Padang, Prof. Salmadanis.