BudayaRanah

Warga Padang Padati Konser Haddad Alwi Sambut Tahun Baru Islam

52
×

Warga Padang Padati Konser Haddad Alwi Sambut Tahun Baru Islam

Sebarkan artikel ini
konser-haddad-alwi-bertajuk-gema-hijrah-minangkabau,-diserbu-warga-pauh
Konser Haddad Alwi Bertajuk Gema Hijrah Minangkabau, Diserbu Warga Pauh

Padang – Lantunan selawat menggema di area Kantor Camat Pauh, Kota Padang, saat ratusan warga Nagari Pauh Limo memadati konser religi bertajuk “Gema Hijrah Minangkabau”, Sabtu malam (13/6/2026). Kehadiran penyanyi religi kenamaan, Haddad Alwi, menjadi magnet utama yang menyedot perhatian masyarakat dalam perhelatan yang diinisiasi oleh Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhammad Iqra Chisa, melalui program pokok-pokok pikiran (pokir) dewan.

Suasana semakin syahdu ketika Haddad Alwi membawakan tembang populer “Ziarah Nabi”. Kemeriahan malam itu turut dihadiri oleh Walikota Padang Fadly Amran, Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar Syamsul Bahri, Kepala UPTD Taman Budaya M. Devid, serta jajaran anggota DPRD Padang dari Fraksi Golkar.

Iqra Chisa mengungkapkan, konser ini bukan sekadar panggung hiburan, melainkan ikhtiar spiritual untuk memohon kedamaian dunia di tengah ketidakpastian ekonomi global dan krisis geopolitik di Timur Tengah. “Kami berharap melalui lantunan selawat dalam konser ini, situasi dunia yang sedang tidak baik-baik saja dapat mereda,” ujarnya.

Selain dimensi spiritual, perhelatan ini juga menjadi stimulus bagi ekonomi kerakyatan. Iqra optimistis lonjakan massa yang hadir mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi pelaku UMKM di sekitar lokasi. Melihat tingginya animo publik, ia membuka peluang untuk menjadikan konser ini sebagai agenda tahunan yang akan dirotasi ke sebelas kecamatan di Kota Padang.

Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Syamsul Bahri, menyambut positif inisiatif tersebut. Menurutnya, momentum menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H sangat relevan untuk memperkuat syiar agama. “Kegiatan ini diharapkan mampu memperkokoh nilai-nilai Islam di tengah arus globalisasi,” tuturnya.

Senada dengan itu, Kepala UPTD Taman Budaya, M. Devid, menilai acara ini merefleksikan filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Keterikatan antara adat dan agama tersebut juga tampak pada rangkaian acara sore harinya, di mana para siswa SD dan SMP menggelar pawai dengan mengenakan busana adat Minangkabau.

Pawai tersebut menjadi manifestasi nyata dari adagium Syarak Mangato, Adat Mamakai, yang menegaskan bahwa syariat Islam menjadi landasan hukum, sementara adat berperan sebagai pelaksana dalam kehidupan sehari-hari. Perayaan 1 Muharram dipilih sebagai tema utama untuk mengenang peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW yang menjadi tonggak sejarah penanggalan Hijriah.