Jakarta – Pasca merger XLSmart, strategi operasional tiga merek layanan telekomunikasi, yaitu XL, Axis, dan Smartfren, dipastikan akan berjalan secara independen. Chief Marketing Officer (CMO) Smartfren, Sukaca Purwokardjono, mengungkapkan hal tersebut.
Sukaca menjelaskan pada Rabu (9/7/2025), XLSmart akan menerapkan metode freestanding yang memungkinkan setiap merek memiliki kebijakan layanan masing-masing. “Dalam mengelola tiga brand ada XL, Smartfren dan Axis, kita memilih cara yang namanya freestanding maksudnya masing-masing (merek) jalan dengan policy brand (kebijakan merek masing-masing),” ujarnya di Jakarta.
Lebih lanjut, Sukaca membuka peluang adanya adopsi inovasi produk dan layanan antar merek, baik dalam format yang sama maupun berbeda.
Sementara itu, Head of External Communications XLSmart, Henry Wijayanto, menegaskan komitmen XLSmart untuk mempertahankan eksistensi merek XL, Axis, dan Smartfren. Menurutnya, ketiga merek tersebut memiliki target pasar dan layanan yang spesifik. “Jadi ada XL, ada Axis, ada Smartfren dan semua kan memang punya posisi masing-masing, punya market masing-masing, dan punya keunikan masing-masing,” jelasnya.
Sebagai ilustrasi, Henry mencontohkan perbedaan layanan pelanggan. XL memiliki fitur layanan pelanggan bernama Maya, sementara Smartfren baru-baru ini meluncurkan asisten virtual bernama Sarah.
Peluncuran asisten virtual Sarah oleh Smartfren bertujuan untuk memberikan informasi produk dan memenuhi kebutuhan pelanggan. Asisten virtual Sarah ditenagai oleh teknologi kecerdasan buatan (AI) generatif sehingga dapat memberikan respon dengan bahasa manusia dan solutif. Pihaknya mengklaim Sarah dapat diakses 24 jam dan mampu memberikan jawaban kepada pelanggan kurang dari tiga detik.
Saat ini, Sarah dapat memberikan bantuan informasi terkait layanan, akun pengguna, paket dan produk, serta promo terbaru. Namun, pihak Smartfren berencana untuk meningkatkan kemampuan Sarah dengan menghadirkan fitur yang dapat menangani aduan pelanggan.






