EkonomiRanah

Hartadinata Abadi Pasok Emas, Bank Muamalat Perluas Jangkauan

187
×

Hartadinata Abadi Pasok Emas, Bank Muamalat Perluas Jangkauan

Sebarkan artikel ini
hartadinata-abadi-pasok-emas-untuk-nasabah-bank-muamalat
Hartadinata Abadi Pasok Emas untuk Nasabah Bank Muamalat

Jakarta – PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menggandeng Bank Muamalat untuk memperluas jangkauan bisnisnya.

Kerja sama ini berfokus pada penyediaan dan pengiriman emas bagi nasabah Bank Muamalat.

Kesepakatan kerja sama telah diteken pada 24 Oktober 2025.

Fokus utama dari kerja sama ini adalah pembelian emas batangan bermerek EMASKU dengan kadar 99,99 persen.

Corporate Secretary Hartadinata, Ong Deny, menjelaskan kolaborasi ini bertujuan mengembangkan kegiatan usaha kedua belah pihak.

“Tujuan dari kerja sama ini adalah untuk mengembangkan kegiatan usaha masing-masing pihak,” ujarnya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 28 Oktober 2025.

Ong Deny berharap sinergi ini dapat memperkuat posisi Hartadinata di pasar logam mulia.

Selain itu, sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja operasional perusahaan.

Sebelumnya, pada Juli 2025, HRTA juga menjalin kemitraan dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dan PT Gadai Cahaya Dana Abadi.

Kemitraan ini mencakup penyediaan emas batangan BSI Gold dan jasa penitipan emas (vaulting).

Emas BSI Gold tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari 1 gram hingga 1.000 gram.

Dalam kerja sama tersebut, Hartadinata berperan sebagai produsen atau penjual emas batangan BSI Gold.

Sementara BSI bertindak sebagai pembeli, dan Gadai Cahaya sebagai penyedia jasa penitipan emas.

Ong Deny berharap, kerja sama ini akan meningkatkan daya tarik produk emas bagi konsumen.

Pada 17 Juni 2025, Hartadinata mengakui penjualan emasnya sempat terpengaruh penurunan daya beli masyarakat.

Namun, perusahaan mengantisipasi hal ini dengan menyediakan produk yang sesuai dengan kondisi pasar.

Direktur Utama Hartadinata Abadi, Sandra Sunanto, menjelaskan pihaknya menawarkan gramasi yang lebih kecil agar terjangkau oleh masyarakat.

Sandra menambahkan, permintaan produk emas di gerainya meningkat sejak pandemi Covid-19, meskipun penjualan perhiasan mengalami penurunan.

Selama 2025, kontribusi pendapatan Hartadinata dari penjualan emas mencapai 80 persen, sedangkan perhiasan menyumbang 20 persen.