Ranah

Agam Diterjang Bencana, Ngarai Sianok Terancam Longsor Susulan

237
×

Agam Diterjang Bencana, Ngarai Sianok Terancam Longsor Susulan

Sebarkan artikel ini
ngarai-kaluang-longsor,-mushala-ambruk
Ngarai Kaluang Longsor, Mushala Ambruk

Agam – Ngarai Sianok, Sumatera Barat, mengalami kerusakan parah akibat bencana hidrometeorologi. Tebing setinggi 120 meter terkikis sepanjang lima kilometer, mengancam lingkungan dan perekonomian warga setempat.

Longsor terparah terjadi di Ngarai Kaluang, Nagari Guguak Tinggi, Kecamatan Ampek Koto, Kabupaten Agam.

Hujan deras yang mengguyur pada Kamis (1/1) menjadi penyebab utama runtuhnya tebing.

Walinagari Guguak Tinggi, Dasman, memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Namun, longsor telah menelan lahan persawahan milik warga.

“Hujan deras dengan durasi lama menjadi pemicunya,” ujar Dasman, Sabtu (3/1).

Selain itu, warga Guguak Tinggi juga mengalami krisis air bersih.

Sebuah video viral menunjukkan momen longsor terjadi saat warga sedang berupaya memperbaiki infrastruktur air.

“Saat kejadian, lima warga kami sedang berjuang memperbaiki bak air. Sekarang kami benar-benar kesulitan air bersih,” imbuh Dasman.

Dampak bencana ini meluas hingga aliran sungai Ngarai Sianok di Bukittinggi.

Debit air sungai meningkat sejak banjir bandang akhir November lalu, menyebabkan kerusakan pada fasilitas publik, termasuk sebuah mushala.

Kondisi ini menyebabkan sektor pariwisata di kawasan tersebut terhenti. Wisatawan khawatir akan potensi longsor susulan.

Rahmat (35), seorang pelaku usaha wisata, mengungkapkan bahwa usahanya lumpuh total akibat bencana ini.

“Saya menyewakan pelampung dan mobil offroad, tapi sekarang tidak ada aktivitas sama sekali,” keluhnya.

Pemerintah Nagari Guguak Tinggi telah melaporkan kerusakan ini kepada BPBD Agam.

Koordinasi lintas wilayah dilakukan untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat.

Warga diimbau untuk menjauhi bibir ngarai dan aliran sungai, mengingat cuaca ekstrem dan potensi longsor susulan yang masih tinggi.