Ranah

Aset Kripto: Transaksi Derivatif Melonjak Tinggi!

98
×

Aset Kripto: Transaksi Derivatif Melonjak Tinggi!

Sebarkan artikel ini
high-risk,-high-return!-derivatif-aset-kripto-jadi-primadona
High Risk, High Return! Derivatif Aset Kripto Jadi Primadona

Jakarta – Perdagangan derivatif aset kripto di Indonesia menunjukkan tren positif. Pintu Futures mencatat lonjakan pengguna aktif bulanan (MTU) hingga hampir 500 persen pada kuartal IV 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan signifikan ini menandakan minat masyarakat yang tinggi terhadap instrumen investasi kripto. Hal ini juga didorong oleh peluang keuntungan di berbagai kondisi pasar.

Head of Product Marketing Pintu, Iskandar Mohammad, mengungkapkan, peningkatan MTU sejalan dengan kenaikan volume perdagangan derivatif aset kripto di Pintu Futures.

“Perdagangan derivatif aset kripto membuka kesempatan bagi trader untuk mengoptimalkan strategi trading dalam berbagai kondisi pasar,” ujar Iskandar, Selasa (20/1/2026).

Volume perdagangan tercatat meningkat lebih dari 370 persen pada kuartal IV 2025 dibandingkan kuartal IV 2024. Frekuensi perdagangan juga mengalami kenaikan lebih dari 300 persen.

Selain itu, Pintu mencatat peningkatan pengguna aktif sebesar 226 persen dan lonjakan frekuensi deposit lebih dari 450 persen.

Pintu Futures menawarkan berbagai fitur unggulan untuk memfasilitasi perdagangan, termasuk advanced order type, initial margin buffer, adjustable leverage hingga 25x, price protection, serta Take Profit dan Stop Loss.

Platform ini juga menyediakan lebih dari 180 aset kripto yang dapat diperdagangkan.

Iskandar optimistis, inisiatif dan produk inovatif Pintu akan terus menarik minat masyarakat Indonesia terhadap perdagangan derivatif aset kripto.

Data Coinglass mencatat, total perdagangan derivatif aset kripto global mencapai US$85,70 triliun atau Rp1.445 triliun pada tahun 2025.

Sementara itu, Bursa Kripto CFX mencatat perdagangan derivatif aset kripto di Indonesia dari September 2024 hingga September 2025 mencapai Rp73,8 triliun.

Iskandar mengingatkan, derivatif aset kripto memiliki risiko tinggi. “Persiapan yang matang sangat penting sebelum melakukan trading, perketat manajemen risiko, dan terpenting adalah Do Your Own Research (DYOR),” tegasnya.