Ranah

OJK Optimis Perpanjangan Dana Pemerintah Pacu Kredit Perbankan

143
×

OJK Optimis Perpanjangan Dana Pemerintah Pacu Kredit Perbankan

Sebarkan artikel ini
ojk-yakin-dana-rp-200-t-mampu-dorong-pertumbuhan-kredit
OJK Yakin Dana Rp 200 T Mampu Dorong Pertumbuhan Kredit

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan akan terus meningkat hingga 2026. Proyeksi ini didorong oleh perpanjangan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) senilai Rp 200 triliun di perbankan.

OJK menargetkan pertumbuhan kredit perbankan tahun ini mencapai 10-12 persen.

Kepala Pengawas Eksekutif Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyatakan keyakinannya bahwa perpanjangan penempatan dana pemerintah di bank-bank Himbara akan efektif mendorong pertumbuhan kredit.

“Harapan kami, target OJK kan di atas 10 persen, 10-12 lah kira-kira. Dan kalau kami lihat tanda-tandanya kemarin jelas kenaikan kredit cukup lumayan,” ujar Dian di Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Meskipun data pertumbuhan kredit terkini belum dirilis, OJK meyakini tren positif terus berlanjut.

Dian menambahkan, peningkatan keyakinan konsumen diharapkan mendorong kredit UMKM untuk kembali bergerak.

Sebagai informasi, penempatan dana pemerintah di bank-bank BUMN telah berlangsung sejak September 2025 dan akan jatuh tempo pada Maret mendatang.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah menyatakan pemerintah akan memperpanjang masa penyimpanan dana tersebut selama 6 bulan ke depan.

Dana SAL Rp 200 triliun awalnya dialihkan ke lima bank Himbara melalui Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 276 Tahun 2025 pada 12 September 2025.

Setelah penempatan dana tersebut, kredit perbankan pada September 2025 tercatat tumbuh 7,70 persen, meningkat dari 7,56 persen pada Agustus 2025.

Data terbaru dari Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa pada Januari 2026, kredit perbankan tumbuh sebesar 9,96 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan capaian Desember 2025 sebesar 9,69 persen.

BI menilai bahwa pertumbuhan kredit didukung oleh peningkatan kegiatan ekonomi, pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial, serta realisasi program prioritas pemerintah. Kredit investasi, modal kerja, dan konsumsi masing-masing tumbuh 22,38 persen, 4,13 persen, dan 6,58 persen pada Januari 2026.