Ranah

Program Studi Farmasi Atma Jaya Raih Akreditasi Unggul LAM-PTKes

120
×

Program Studi Farmasi Atma Jaya Raih Akreditasi Unggul LAM-PTKes

Sebarkan artikel ini
pendidikan-farmasi-tak-hanya-pelajari-obat
Pendidikan Farmasi Tak Hanya Pelajari Obat

Jakarta – Program Studi Sarjana Farmasi dan Pendidikan Profesi Apoteker Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya resmi menyandang status akreditasi Unggul.

Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan menerbitkan predikat tertinggi tersebut pada 29 Agustus 2026.

Status prestisius ini diraih setelah melalui rangkaian asesmen lapangan intensif yang berlangsung pada 18 hingga 20 Agustus 2026.

Prof. Dr. apt. Daryono Hadi Tjahjono, M.Sc., selaku perwakilan tim evaluasi, menyatakan bahwa proses ini memetakan capaian program studi sejak 2017 sekaligus memproyeksikan arah pengembangannya ke depan.

Daryono menegaskan urgensi institusi pendidikan dalam mencetak lulusan kompeten yang mampu menjawab standar kebutuhan pelayanan kefarmasian di masyarakat.

Sekretaris Universitas Atma Jaya, apt. Sherly Tandi Arrang, M.Farm-Klin., menilai capaian akreditasi ini sebagai momentum krusial bagi institusi untuk terus melakukan refleksi dan perbaikan berkelanjutan.

“Bagi kami, proses akreditasi bukan semata-mata sebuah proses penilaian, tetapi merupakan momentum penting untuk melakukan refleksi, evaluasi, dan perbaikan, khususnya dalam penyelenggaraan pendidikan Sarjana Farmasi dan Pendidikan Profesi Apoteker,” ujar Sherly.

Keberhasilan ini mempertegas komitmen universitas dalam mengintegrasikan penguasaan ilmu dasar farmasi dengan kemampuan praktik klinis yang mumpuni.

Kurikulum yang diterapkan kini menuntut mahasiswa untuk menguasai mekanisme kerja obat sekaligus mempertimbangkan aspek keamanan terapi serta interaksi obat terhadap kondisi spesifik pasien.

Standar kompetensi apoteker masa kini memang menuntut kedalaman pengetahuan yang melampaui teori demi menjamin keselamatan pasien dalam pelayanan kesehatan.