EkonomiRanah

Banyuwangi Pimpin Produksi Jagung Nasional, Surplus Terus Meningkat

143
×

Banyuwangi Pimpin Produksi Jagung Nasional, Surplus Terus Meningkat

Sebarkan artikel ini
jawa-timur-produsen-jagung-pipilan-kering-terbesar-di-ri
Jawa Timur Produsen Jagung Pipilan Kering Terbesar di RI

Banyuwangi – Jawa Timur mengukuhkan posisinya sebagai produsen jagung nomor satu di Indonesia pada tahun 2025. Produksi jagung pipilan kering mencapai 4,8 juta ton.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan apresiasi atas sinergi berbagai pihak yang mendukung capaian ini.

“Kontribusi Jawa Timur terhadap produksi jagung nasional mendekati 30 persen,” kata Khofifah saat menghadiri panen raya jagung kuartal IV di Green Farm, Banyuwangi, Sabtu (28/2/2026).

Angka produksi jagung Jawa Timur hampir dua kali lipat dibandingkan Jawa Tengah yang berada di posisi kedua dengan 2,8 juta ton. Sumatera Utara menyusul di posisi ketiga dengan 1,3 juta ton.

Khofifah menambahkan, hampir sepertiga kebutuhan jagung pipilan kering nasional dipasok dari petani Jawa Timur.

Ia juga mengapresiasi dukungan Kapolda Jatim, Bupati Banyuwangi, dan Gerakan Pramuka se-Jatim.

Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto menekankan pentingnya peningkatan kualitas jagung seiring dengan peningkatan produksi.

“Ke depan, dukungan pemasaran akan kami perkuat agar berdampak langsung pada kesejahteraan petani,” ujar Nanang.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyatakan bahwa daerahnya selalu surplus jagung.

Produksi jagung Banyuwangi pada tahun 2025 mencapai 250.596,81 ton, meningkat 19 persen dibandingkan tahun 2024.

Selain jagung, produksi beras Banyuwangi juga surplus. Pada tahun 2025, produksi beras mencapai 546.923,81 ton, naik 7 persen dari tahun sebelumnya.

Panen raya jagung di Green Farm Banyuwangi merupakan hasil penanaman jagung seluas 50 hektare pada November 2025. Rata-rata produksi jagung gelondongan mencapai 8-10 ton per hektare.