Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memberikan tenggat waktu hingga 18 Juni 2026 bagi seluruh peserta, mentor, dan operator Program Magang Nasional (MagangHub) Batch III Angkatan I untuk merampungkan kewajiban administratif.
Kelengkapan data menjadi syarat mutlak agar hak peserta, seperti pencairan uang saku dan penerbitan sertifikat, dapat diproses tanpa hambatan.
Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang Ketenagakerjaan) Kemnaker, Anwar Sanusi, menekankan bahwa validitas data dalam sistem menjadi penentu utama kelancaran distribusi hak peserta, termasuk uang saku bulan keenam.
“Jangan sampai hak peserta, termasuk sertifikat dan pencairan uang saku, terkendala karena ada tahapan administrasi yang belum dipenuhi,” ujar Anwar dalam keterangan resminya, Selasa (16/6/2026).
Terdapat pembagian tanggung jawab teknis dalam fase akhir ini. Peserta diwajibkan menuntaskan presensi terakhir, laporan harian, serta pengisian kuesioner.
Sementara itu, mentor berperan melakukan penilaian dan memberikan persetujuan atas laporan peserta. Di sisi lain, operator penyelenggara bertanggung jawab menyiapkan sertifikat, melaporkan penempatan, serta melengkapi kuesioner operator.
Kemnaker menjadwalkan pencairan uang saku dalam dua gelombang, yakni 17-18 Juni dan 22-23 Juni 2026, bagi mereka yang telah memenuhi seluruh persyaratan administratif.
Bagi peserta yang berhasil menuntaskan program, sertifikat magang akan diterbitkan. Sementara bagi peserta yang tidak menyelesaikan program namun telah mengikuti magang minimal tiga bulan, kementerian akan memberikan surat keterangan resmi.
Selain sertifikat, lulusan program ini juga difasilitasi untuk mengikuti sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Pendaftaran dibuka pada 29 Juni hingga 10 Juli 2026, dengan pelaksanaan uji kompetensi dijadwalkan berlangsung 13 Juli hingga 13 Agustus 2026 di 21 Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BBPVP/BPVP Kemnaker.
Sebanyak 15 skema sertifikasi tersedia untuk memperkuat daya saing lulusan di dunia kerja.
Anwar berharap para peserta memanfaatkan sisa waktu yang ada untuk menyelesaikan seluruh kewajiban dengan maksimal.
Ia memandang program magang sebagai sarana strategis untuk membentuk etos kerja dan kompetensi profesional, bukan sekadar pemenuhan durasi waktu.
“Kami mengajak seluruh peserta menyelesaikan program ini dengan baik hingga tahap akhir agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal,” pungkasnya.






