HukumRanah

Amran Pecat Staf Kementan, Diduga Lakukan Pemerasan Petani

272
×

Amran Pecat Staf Kementan, Diduga Lakukan Pemerasan Petani

Sebarkan artikel ini
amran-copot-staf-kementan-yang-palak-petani-ratusan-juta
Amran Copot Staf Kementan yang Palak Petani Ratusan Juta

Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman memecat seorang stafnya yang terbukti melakukan pemalakan terhadap petani di berbagai daerah.

Modus pelaku adalah menarik “pajak” dari petani dengan nilai Rp 100 juta hingga Rp 600 juta per orang. Total uang yang dikumpulkan mencapai miliaran rupiah.

“Dia mengaku direktur jenderal (dirjen) kalau ke lapangan, Dirjen Tanaman Pangan,” kata Amran di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (28/11/2025).

Amran menjelaskan, pelaku beraksi di 99 titik di seluruh Indonesia. Setiap titik menargetkan satu hingga lima petani.

Sasarannya adalah petani yang menerima bantuan traktor dari pemerintah.

Mentan mengaku sempat memeriksa foto pelaku yang mengaku sebagai pejabat eselon I. Namun, ia tidak mengenali pelaku karena tidak pernah melantiknya.

“Target pemalakan ini hanya khusus pada alat mesin pertanian,” tegas Amran.

Satu staf Kementan telah terdeteksi terlibat. Namun, Amran menduga ada banyak pelaku lain yang berasal dari luar Kementan.

“Kami akan kirim ke penegak hukum. Ini tidak manusiawi,” tegasnya.

Saat ditanya, staf tersebut hanya mengaku khilaf meski telah berulang kali mengambil uang secara tidak sah.

Amran mengingatkan bahwa bantuan traktor, benih, bibit, serta komoditas seperti kakao, pala, dan tebu diberikan secara gratis.

Masyarakat diimbau untuk melaporkan jika menemukan pungutan liar (pungli) atau penyimpangan lainnya melalui saluran Lapor Pak Amran di nomor WhatsApp 082311109390.

“Laporkan, kami memonitor,” katanya.

Amran juga menginstruksikan seluruh jajaran direktur jenderal hingga eselon II untuk memiliki kartu nama dan tanda pengenal saat bertugas di lapangan. Staf biasa juga diwajibkan memakai tanda pengenal saat meninjau lokasi.

Dalam satu pekan, kanal Lapor Pak Amran mencatat 2.890 laporan. Sebanyak 504 laporan di antaranya dapat ditindaklanjuti.

Salah satu target yang diincar adalah pegawai Kementerian Pertanian yang diduga melanggar aturan dan merugikan masyarakat.

“Aku dapat satu, kami minta, siapa lagi temannya? Silakan tunjuk, aku pecat juga,” tegas Amran.

Amran memastikan keamanan dan kerahasiaan identitas pelapor yang memberikan bukti lengkap, mulai dari foto hingga bukti transfer uang.