Luwu Timur – Harga emas Antam melonjak Rp 72 ribu per gram, mendorong PT Aneka Tambang Tbk (Antam) untuk memperkuat pasokan logam mulia di pasar domestik. Langkah ini diambil untuk mengatasi keterbatasan stok yang terjadi belakangan ini.
Antam kini menggencarkan pembelian kembali (buyback) emas dari masyarakat sebagai salah satu strategi utama.
Selain itu, perusahaan menjalin kemitraan dengan sejumlah perusahaan tambang dalam negeri. Tujuannya adalah meningkatkan ketersediaan Logam Mulia Antam.
“Melalui langkah-langkah ini, Antam berharap masyarakat dapat kembali memperoleh akses yang lebih mudah terhadap produk emas Logam Mulia dengan cara yang aman, transparan, dan nyaman,” ujar Corporate Secretary Antam, Wisnu Danandi, Selasa (21/10/2025).
Menurut Wisnu, penyesuaian tata kelola sourcing menjadi salah satu penyebab terbatasnya stok Logam Mulia Antam. Penyesuaian ini dilakukan demi kelancaran administrasi dan kenyamanan transaksi bagi masyarakat.
Antam terus memperkuat mekanisme buyback bagi masyarakat yang ingin menjual emasnya. Di sisi hulu, perusahaan aktif bekerja sama dengan perusahaan tambang emas dalam negeri.
Kerja sama ini memberikan nilai tambah bagi ketahanan ekonomi nasional, serta mendukung ketersediaan emas di dalam negeri.
Saat ini, semakin banyak perusahaan tambang emas memilih menjual ke Antam daripada melakukan ekspor.
Pada hari Selasa, harga Logam Mulia Antam mencapai Rp 2.487.000 per gram, naik signifikan dari harga sebelumnya yang berada di angka Rp 2.415.000 per gram.
Sebelumnya, Antam berharap pemerintah dapat mengatur kewajiban pasokan dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO) untuk komoditas emas secara adil. Hal ini bertujuan agar penambang dan pengolah dapat memperoleh kepastian usaha dan nilai ekonomi yang seimbang.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini tengah mempertimbangkan penyusunan aturan terkait DMO emas. Rencana ini juga menjadi bahasan dalam rapat dengar pendapat Komisi VI DPR dengan Antam.
Sebagai anggota holding BUMN pertambangan MIND ID, Antam mengalami kekurangan pasokan emas. Kondisi ini dipicu oleh meningkatnya permintaan dan berkurangnya pasokan akibat longsornya tambang emas PT Freeport Indonesia, yang merupakan salah satu pemasok emas dalam negeri.






