Padang – Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Nagari optimis menatap pertumbuhan bisnis hingga akhir 2025, seiring dengan kinerja positif yang telah dicapai pada semester I tahun ini.
Bank daerah ini menargetkan peningkatan signifikan pada aset, pembiayaan, dan Dana Pihak Ketiga (DPK).
Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, menyampaikan bahwa aset UUS Bank Nagari pada semester I/2025 telah mencapai Rp6,41 triliun.
Selain itu, pembiayaan yang dikucurkan mencapai Rp4,52 triliun, dan DPK yang berhasil dihimpun senilai Rp4,87 triliun.
“Kita menargetkan pada tahun ini aset bisa mencapai Rp7,17 triliun, pembiayaan menjadi Rp5,04 triliun dan DPK menjadi Rp5,58 triliun,” ujarnya di Padang, Jumat (27/6/2025).
Gusti menjelaskan, pertumbuhan aset UUS pada semester I/2025 meningkat dari Desember 2024 sebesar Rp305,89 miliar atau 5,01 persen secara year-to-date (ytd). Pembiayaan tumbuh Rp477,87 miliar atau 11,83 persen secara ytd, dan DPK tumbuh sebesar Rp132,29 miliar atau 2,79 persen secara ytd.
Berbagai upaya telah dan akan dilakukan untuk mencapai target tersebut.
“Diantaranya apabila hasil assesment dinilai layak direncanakan penguatan dan penambahan Layanan Kantor Fungsional Syariah di KC Konvensional khususnya di luar Provinsi Sumatera Barat,” jelasnya.
Beberapa kantor cabang yang menjadi fokus adalah Kantor Cabang Pekanbaru, Kantor Cabang Pembantu Panam, Kantor Cabang Jakarta, Kantor Cabang Pembantu Matraman, Kantor Cabang Pembantu Tanah Abang, dan Kantor Cabang Bandung.
Selain itu, Bank Nagari juga berupaya meningkatkan keunikan dan diversifikasi produk serta layanan syariah sesuai kebutuhan nasabah.
“Kemudian Capacity Building kepada karyawan dalam meningkatkan kompetensi perbankan syariah,” kata Gusti, yang telah memulai karirnya sejak tahun 1997.
Literasi dan edukasi syariah juga akan lebih masif dan berkelanjutan dilakukan kepada ekosistem syariah yang telah ada, serta menyasar kelompok masyarakat yang potensial mengakses produk syariah. Penguatan kerjasama keuangan berbasis mitra dengan lembaga pemerintahan dan swasta, program promosi pemasaran syariah, serta penguatan digitalisasi keuangan syariah juga menjadi strategi utama.
“Lalu penguatan digitalisasi keuangan syariah untuk memberikan kemudahan dan manfaat kepada masyarakat/nasabah,” kata pria kelahiran Lintau tahun 1972 itu.
Gusti menambahkan, Bank Nagari juga akan menggarap secara intensif pasar pelajar, guru, dan orang tua di sekolah serta perguruan tinggi Islam. “Upaya lainnya adalah menggarap secara intensif pasar pelajar, guru dan orang tua di sekolah dan perguruan tinggi islam,” ungkap lulusan Magister Manajemen Universitas Andalas itu.
Pemasaran tabungan haji reguler, tabungan haji khusus, tabungan haji muda, dan tabungan pasca pengambilan porsi haji juga akan diperluas jangkauannya. Jaringan pelayanan UUS Bank Nagari saat ini terdiri dari 5 Kantor Cabang Syariah (KCS), 9 Kantor Capem Syariah (KCPS), 115 Kantor Fungsional Syariah (KFS), dan 19 ATM Syariah.
Gusti mengakui, masih ada beberapa kendala yang dihadapi dalam meningkatkan penetrasi syariah, terutama karena rendahnya indeks literasi dan inklusi keuangan masyarakat di Sumatera Barat.
“Dengan nilai masing-masing 40,78 persen dan 76,88 persen berdasarkan sumber SNLIK OJK 2022, Buku Roadmap Penguatan BPD Periode 2024-2027,” terangnya. Hal ini juga sesuai dengan Buku Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia (RP3SI) 2023-2027.
“Tetapi demikian prospek pembiayaan syariah ke depannya pada PT Bank Nagari sangat bagus, dan kita sangat optimis,” ujarnya.
Sesuai dengan Rencana Bisnis Bank PT Bank Nagari Periode 2025 – 2027, pertumbuhan Pembiayaan Syariah pada tahun 2025 diproyeksikan sebesar 16,03 persen.
Prospek ini didukung oleh peralihan kantor dari konvensional menjadi syariah, seperti KCP menjadi KCPS UIN Imam Bonjol (24 November 2024), KCP menjadi KCPS Kemenag Padang (24 November 2024), KCP menjadi KCPS Bapenda Provinsi Sumatera Barat (15 Februari 2025), dan KCP menjadi KCPS Kantor Gubernur Sumatera Barat (22 Februari 2025).
Selain itu, KF menjadi KFS BPKAD Provinsi Sumatera Barat (24 November 2024), KF menjadi KFS Samsat Corner Plaza Andalas Padang (15 Februari 2025), KF menjadi KFS Samsat Transmart (15 Februari 2025), dan KF menjadi KFS CHIP Lubuk Buaya (15 Februari 2025).
Peralihan rekening gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Agam dari konvensional menjadi syariah pada 21 Juni 2025 juga menjadi faktor pendukung, yang akan diikuti oleh beberapa kabupaten/kota lainnya. Bank Nagari juga menyediakan layanan keuangan terpadu untuk ekosistem syariah, seperti masjid, musala, sekolah, pesantren, perguruan tinggi Islam, rumah sakit, klinik Islam, ekosistem halal, haji dan umrah, serta ZISWAF.






