Jakarta – Kabar baik datang dari sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM). Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) hingga 11 November 2025 telah mencapai Rp 200,66 triliun.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan angka ini setara dengan 78,74 persen dari target APBN 2025 sebesar Rp 254,5 triliun.
Bahlil optimistis target PNBP sektor ESDM akan tercapai, bahkan berpotensi melampaui target hingga akhir tahun.
“Insya Allah target PNBP ini bisa tercapai hingga akhir tahun, bahkan berpotensi lebih, meski saat ini harga komoditas sedang mengalami penurunan,” kata Bahlil saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Selasa (11/11/2025).
Meskipun harga komoditas seperti minyak mentah Indonesia (ICP), batu bara, dan mineral lainnya mengalami penurunan, pemerintah tidak akan menurunkan target penerimaan negara.
Menurut Bahlil, negara membutuhkan pembiayaan yang besar, termasuk untuk sektor ESDM.
Selain PNBP, Bahlil juga melaporkan produksi minyak nasional hingga Oktober 2025 mencapai 605.800 barel per hari (bph).
Angka ini mendekati target produksi minyak dalam APBN 2025 sebesar 605.000 bph.
Bahlil mengakui, pencapaian target produksi minyak membutuhkan upaya besar karena sebagian besar sumur minyak nasional sudah tua.
Pemerintah akan mendorong percepatan dan memberikan insentif bagi perusahaan migas untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Ini kerja tim. Kami berharap dukungan dari pimpinan dan seluruh anggota Komisi untuk mewujudkan target ini,” pungkas Bahlil.






