Ranah

Bappenas Dorong Investasi Penuhi Lonjakan Kebutuhan Protein Nasional

123
×

Bappenas Dorong Investasi Penuhi Lonjakan Kebutuhan Protein Nasional

Sebarkan artikel ini
kebutuhan-susu-diperkirakan-capai-1,5-juta-liter-pada-2029
Kebutuhan Susu Diperkirakan Capai 1,5 Juta Liter pada 2029

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diproyeksikan bakal memicu lonjakan kebutuhan susu sebesar 1,5 juta liter dan daging sapi sebanyak 47 ribu ton pada tahun 2029. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menilai tingginya permintaan tersebut sebagai peluang strategis bagi para investor karena pasar domestik dinilai sudah siap dan stabil.

Pemerintah sendiri telah menetapkan target ambisius untuk mencapai swasembada susu sebesar 96 persen dan daging sapi sebesar 70 persen pada 2029. Sebagai langkah konkret, pemerintah membuka keran impor bagi 1 juta sapi perah dan 1 juta sapi potong yang difokuskan untuk kebutuhan pembibitan.

Rachmat menyampaikan hal tersebut dalam konferensi internasional mengenai transformasi industri peternakan berkelanjutan di gedung Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta, Jumat, 27 Maret 2026. Ia menegaskan bahwa program MBG merupakan game changer yang mampu mendorong pertumbuhan sosial dan ekonomi nasional.

Dalam upaya menuju swasembada, Rachmat mengidentifikasi tiga tantangan utama yang harus dihadapi. Pertama, rendahnya produktivitas akibat lebih dari 90 persen produksi masih dikelola oleh peternak kecil dengan praktik tradisional.

Kedua, adanya kesenjangan pembibitan karena lemahnya struktur pembibitan lokal. Kondisi ini memicu ketergantungan pada impor, mengingat perusahaan swasta saat ini cenderung lebih memilih sektor penggemukan daripada pembibitan.

Ketiga, tantangan biaya pakan yang tinggi, konflik lahan, serta ancaman biosekuriti seperti penyakit mulut dan kuku.

Lebih lanjut, Rachmat menyoroti transisi Indonesia dari ketahanan pangan menuju kedaulatan pangan. Ia merujuk pada keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras pada 1985 melalui revolusi hijau serta kemandirian produksi peternakan pada 1980 sebagai acuan pemerintah dalam membenahi sektor peternakan saat ini.

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diprediksi akan memicu lonjakan kebutuhan susu sebesar 1,5 juta liter dan daging sapi sebanyak 47 ribu ton pada tahun 2029. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menilai peningkatan permintaan ini sebagai peluang strategis bagi para investor karena pasar domestik saat ini dinilai sudah siap dan stabil.

Pernyataan tersebut disampaikan Rachmat dalam konferensi internasional mengenai transformasi industri peternakan berkelanjutan di gedung Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta, Jumat (27/3/2026).

Pemerintah sendiri telah menetapkan target swasembada susu sebesar 96 persen dan daging sapi sebesar 70 persen pada 2029. Sebagai langkah konkret, pemerintah membuka ruang impor bagi 1 juta sapi perah dan 1 juta sapi potong untuk kebutuhan pembibitan.

Rachmat mengakui bahwa upaya menuju swasembada tersebut menghadapi tiga tantangan utama. Pertama, rendahnya produktivitas karena lebih dari 90 persen produksi masih dikelola oleh peternak kecil dengan praktik tradisional.

Kedua, adanya kesenjangan pembibitan akibat lemahnya struktur pembibitan lokal, yang memicu ketergantungan pada impor karena perusahaan swasta cenderung lebih memilih sektor penggemukan.

Ketiga, tantangan biaya pakan yang tinggi, konflik lahan, serta ancaman biosekuriti seperti penyakit mulut dan kuku.

Dalam kesempatan tersebut, Rachmat menekankan transisi Indonesia dari ketahanan pangan menuju kedaulatan pangan. Ia menyebut program MBG sebagai game changer yang mampu mendorong pertumbuhan sosial dan ekonomi nasional.

Ia juga merujuk pada sejarah keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras pada 1985 melalui revolusi hijau, serta kemandirian produksi peternakan pada 1980. Pengalaman tersebut menjadi acuan pemerintah dalam membenahi sektor peternakan saat ini.