EkonomiNusantaraPemerintahan

BI Pacu Transaksi Lokal, Indonesia-Jepang Sentuh US$5,1 Miliar

193
×

BI Pacu Transaksi Lokal, Indonesia-Jepang Sentuh US$5,1 Miliar

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi mata uang Rupiah.

Jakarta – Transaksi keuangan lokal (LCT) antara Indonesia dan Jepang mencatatkan pertumbuhan signifikan, mencapai US$ 5,1 miliar atau setara Rp 82,9 triliun hingga Juli 2025.

Bank Indonesia (BI) terus berupaya mendorong penggunaan LCT ini, seiring dengan peluncuran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) antarnegara Indonesia-Jepang.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan bahwa implementasi LCT Indonesia-Jepang telah berjalan sejak 2020 dan terintegrasi dengan sistem pembayaran digital.

“Bank Indonesia dan Jepang sepakat untuk mengembangkan lebih jauh transaksi keuangan lokal. Transaksi keuangan lokal Indonesia dan Jepang sudah menjadi nomor dua setelah Cina,” ujar Perry saat membuka acara peluncuran QRIS antarnegara Indonesia-Jepang di Jakarta, seperti dikutip dari siaran langsung YouTube Bank Indonesia pada Senin (25/8/2025).

Perry menambahkan, aktivitas ekspor dan impor menjadi pendorong utama transaksi keuangan lokal.

Selain itu, integrasi LCT dan QRIS juga mempermudah pembelian obligasi pemerintah seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Wakil Duta Besar Bidang Perekonomian Kedutaan Besar Jepang Ueda Hajime menyampaikan, skema penyelesaian transaksi langsung dalam rupiah-yen memungkinkan perdagangan dan investasi tanpa bergantung pada mata uang pihak ketiga.

“Dengan mengurangi biaya konversi valuta asing, kerja sama ini diharapkan bisa mendorong aktivitas bisnis, terutama ekspansi perdagangan bilateral dan investasi langsung,” kata Hajime dalam kesempatan yang sama.

Peningkatan nilai transaksi LCT Indonesia-Jepang ini cukup signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar US$ 2,23 miliar.

Pemanfaatan LCT juga mengalami kenaikan dari sisi pengguna, dengan rata-rata 2.072 nasabah per bulan pada 2025, meningkat dibandingkan 1.360 nasabah per bulan pada 2024.