PemerintahanRanah

Bupati Agam Sambangi Penghuni Huntara dan Salurkan Bantuan Pascabencana di Balingka

184
×

Bupati Agam Sambangi Penghuni Huntara dan Salurkan Bantuan Pascabencana di Balingka

Sebarkan artikel ini
di-tengah-pemulihan-pascabencana,-bupati-agam-sambangi-penghuni-huntara
Di Tengah Pemulihan Pascabencana, Bupati Agam Sambangi Penghuni Huntara

Balingka – Pemerintah Kabupaten Agam menyalurkan bantuan logistik kepada 33 kepala keluarga (KK) yang menghuni Hunian Sementara (Huntara) di Nagari Balingka, Kecamatan IV Koto, Rabu (3/6). Langkah ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah daerah dalam meringankan beban warga terdampak bencana sekaligus memastikan kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi.

Bantuan yang diserahkan mencakup berbagai kebutuhan pokok, mulai dari beras, alat penanak nasi (rice cooker), perlengkapan keluarga (familikit), hingga pakaian layak pakai. Bupati Agam, Benni Warlis, turun langsung ke lokasi untuk menyerahkan bantuan tersebut sekaligus meninjau kondisi hunian serta berdialog dengan para penghuni guna menyerap aspirasi terkait kebutuhan mendesak mereka.

Benni menegaskan, kehadiran jajaran pemerintah daerah di tengah masyarakat bukan sekadar formalitas, melainkan wujud komitmen pendampingan berkelanjutan. Pihaknya bertekad untuk terus mengawal proses pemulihan pascabencana hingga warga mampu kembali menata kehidupan dengan lebih baik.

“Kami ingin memastikan masyarakat yang tinggal di huntara tetap mendapatkan perhatian dan bantuan yang dibutuhkan,” ungkap Benni di sela-sela kunjungannya.

Lebih lanjut, ia berharap dukungan yang diberikan dapat menjadi penyemangat bagi warga agar tetap tabah menghadapi situasi sulit. Benni juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial, yang dinilai krusial dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana agar berjalan lebih optimal.

Dalam agenda peninjauan tersebut, Bupati Agam turut didampingi oleh sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat setempat, serta wali nagari. Kehadiran para pejabat ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah menempatkan pemulihan warga terdampak sebagai prioritas utama dalam agenda pembangunan daerah.