Jakarta – Bank Danamon memperkuat daya saing sumber daya manusianya di kancah global melalui kolaborasi strategis dengan platform pelatihan bahasa Inggris berbasis kecerdasan buatan (AI), ELSA Business. Inisiatif ini menyasar sekitar seribu karyawan yang tersebar di berbagai wilayah operasional bank tersebut.
Program pengembangan ini mengadopsi teknologi AI Learning Agent yang mampu menyesuaikan materi pembelajaran dengan profil serta kebutuhan spesifik setiap individu. Berbeda dengan metode e-learning konvensional, sistem ini menghadirkan AI coach yang menyajikan simulasi skenario dunia kerja nyata.
Melalui pendekatan roleplay, para pegawai dapat mengasah kemampuan bahasa Inggris dalam situasi profesional yang mendesak, mulai dari memimpin presentasi bisnis, berdiskusi dengan mitra internasional, hingga melakukan negosiasi dalam forum global. Metode ini dirancang untuk mengatasi hambatan utama para profesional, yakni kurangnya kepercayaan diri saat berkomunikasi menggunakan bahasa asing.
Chief Human Capital and Operations Officer Danamon, Evi Damayanti, menegaskan bahwa investasi pada pengembangan komunikasi profesional menjadi langkah krusial bagi perusahaan. Di era bisnis yang semakin terhubung secara global, penguasaan bahasa Inggris bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan keharusan bagi karyawan untuk menyampaikan ide dan berkolaborasi secara efektif di tingkat internasional.
Country Director ELSA Business Indonesia, Yasser Muhammad Syaiful, menambahkan bahwa teknologi yang dipersonalisasi ini memungkinkan perusahaan mengukur progres pembelajaran secara akurat. “Sistem ini mampu memberikan dampak nyata terhadap kualitas layanan dan pertumbuhan bisnis Danamon di tengah industri jasa keuangan yang terus berkembang,” ungkapnya.
Selain memberikan pengalaman belajar yang personal, platform tersebut juga menyediakan dasbor analitik. Fitur ini memungkinkan manajemen memantau perkembangan kompetensi karyawan secara real-time.






