Ranah

Pemko Padang Pacu Investasi Rp2,2 Triliun Bangun Kawasan Wisata Padang Sarai

60
×

Pemko Padang Pacu Investasi Rp2,2 Triliun Bangun Kawasan Wisata Padang Sarai

Sebarkan artikel ini
mou-kawasan-wisata-padang-sarai-ditandatangani,-nilai-investasi-capai-rp2,2-triliun
MoU Kawasan Wisata Padang Sarai Ditandatangani, Nilai Investasi Capai Rp2,2 Triliun

Padang – Sektor pariwisata Kota Padang bersiap melakukan lompatan besar dengan masuknya investasi senilai Rp2,2 triliun untuk pengembangan Kawasan Wisata Terpadu Padang Sarai. Komitmen pendanaan tersebut resmi disepakati melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Kamis (11/6/2026).

Proyek strategis ini merupakan hasil kolaborasi antara pemilik lahan, Fauzi Bahar, dengan konsorsium tiga perusahaan, yakni PT Tasake Indo Service (DAP 69), PT Nusa Indah Permata, dan PT Win Sekawan Utama. Rencana induk pengembangan kawasan ini mencakup pembangunan fasilitas premium, termasuk tiga unit hotel dan lapangan golf berstandar tinggi.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mengawal kelancaran proyek ini. Pihaknya menjamin kemudahan perizinan bagi para investor agar tahapan pembangunan, termasuk peletakan batu pertama (groundbreaking), dapat segera terlaksana.

“Kami berkomitmen memberikan kemudahan investasi sesuai dengan ketentuan peraturan daerah yang berlaku. Kehadiran kawasan wisata terpadu ini sangat strategis untuk memperkuat daya tarik pariwisata sekaligus menggerakkan ekonomi lokal,” ungkap Fadly.

Optimisme pemerintah kota bukan tanpa alasan. Sepanjang tahun 2025, realisasi penanaman modal di Padang tercatat mencapai Rp4,5 triliun, dengan sektor hotel dan restoran sebagai motor penggerak utama. Capaian ini dinilai menjadi momentum tepat bagi Padang dalam memantapkan posisinya sebagai Kota Gastronomi dalam jaringan Kota Kreatif UNESCO.

Direktur PT Tasake Indo Service, Dede Mulyana, menyambut positif dukungan penuh dari pemerintah daerah. Baginya, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam merealisasikan kawasan wisata terintegrasi tersebut.

“Dukungan ini menjadi modal penting bagi kami. Kami berharap seluruh rangkaian pembangunan berjalan lancar dan mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Padang,” tutur Dede.

Senada dengan hal tersebut, Fauzi Bahar menyoroti pentingnya dukungan infrastruktur dari pemerintah agar manfaat ekonomi dari investasi jumbo ini dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas.

Prosesi penandatanganan ini turut disaksikan oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Kepala DPMPTSP Kota Padang Fauzan Ibnovi, Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri, serta Kepala DPMPTSP Provinsi Sumatera Barat Luhur Budianda yang hadir mewakili Gubernur Sumatera Barat.